RADAR PURWOREJO – Menjadi seorang kaum perempuan di Indonesia bukanlah hal mudah. Seperti halnya Amanda Cole. Menempuh pendidikannya disalah satu kampus terbaik di dunia yakni universitas Manchester, tepatnya di Inggris dan ia mengambil jurusan manajemen dan keuangan. Tapi kini pekerjaannya mengantarkan sayur.
Sebelum menjadi CEO, dirinya menjadi seorang guru les bahasa asing di Indonesia untuk membantu para pelajar dan mahasiswanya agar lebih mengetahui jika bahasa asing itu sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan terutama dalam berbahasa Inggris.
Dia juga pernah menjadi penulis sukarelawan di organisasi nirlaba kecil dengan turut berperan aktif dalam meningkatkan kualitasnya untuk sumber daya manusia, citra budaya, hingga kuliner nusantara.
Setelah dirinya mendapatkan banyak pengalaman dari dunia kerja, Amanda memilih untuk mengurus kebun milik keluarganya yang berada didaerah Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat, ia berhasil membuat suatu ide sayur box tersebut karena awal mulanya dari keluarga yang kebetulan juga mempunyai pertanian.
Pada 2017 silam, Amanda berhasil mewujudkan mimpi besarnya yakni menjadi seorang founder atau CEO yang Bernama sayurboox, perjalanan karier Amanda cukup panjang pada saat itu.
Dia kemudian mempelajari tentang ilmu startegi bisnis mulai dari merancang desain konsep, penjualan, strategi pemasaran, inovasi produk, hingga riset pasar dan teknologi.
Berkat semangatnya dalam meraih mimpi, Amanda berhasil masuk kedalam kategori sembilan pengusaha Indonesia yang lulus dari program kerjasama dengan United Nations Conference On Trade and development ( UNCTAD ) hingga Alibaba Bussines School.
Tak banyak seorang perempuan seperti Amanda, menjadi pengusaha dari nol, apalagi belajar bertani hingga bercocok tanam, pastinya mereka memilih untuk tinggal dirumah dan menikmati hasil atau menyuruh orang lain dalam bertani. Satu hal yang kalian harus belajar dari Amanda.
( Luthfasari Ardani )
Editor : Heru Pratomo