Motif parang menjadi salah satu batik yang cukup populer.
Parang merupakan motif yang menggambarkan ombak di laut selatan yogyakarta yang mengenai tebing karang.
Dengan motif berupa huruf “S” yang digambar secara berkaitan satu sama lain dan membentuk diagonal miring layaknya lereng gunung.
Perengan menggambarkan garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal.
Susunan motif “S” yang tidak terputus melambangkan kesinambungan.
Huruf “S” yang diambil dari ombak samudera ini menggambarkan semangat yang tak pernah padam.
Meski terlihat sederhana seperti huruf “S” yang disusun secara diagonal, batik motif ini tidak boleh sembarang digunakan, salah satunya saat menghadiri pernikahan.
Karena batik motif parang bisa diartikan sebagai senjata yang dianggap membawa kesialan dalam pernikahan.
Batik parang juga menggambarkan kain yang belum rusak, baik dalam arti memperbaiki diri, kesejahteraan, serta bentuk hubungan di mana batik parang pada masa lalu merupakan hadiah yang mulia untuk anak-anaknya.
Yang mana memiliki arti melanjutkan perjuangan.
Batik Parang biasanya digunakan untuk acara pembukaan. Misalnya seperti saat Senapati yang ingin berperang, agar pulang membawa kemenangan.
Adapun beberapa jenis batik parang yaitu:
1. Parang Rusak
Motif yang diciptakan oleh Panembahan Senopati saat bertapa di pantai selatan.
Motif ini terinspirasi dari ombak yang tidak pernah lelah menghantam karang pantai.
Di mana motif ini meambangkan manusia melawan nafsu kejahatan dengan mengendalikan keinginan mereka sehingga bijaksana, yaitu watak mulia karakter yang akan menang.
2. Parang Barong
Motif yang mempunyai ukurang yang lebih besar dari parang rusak, diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Memiliki makna pengendalian diri dalam dinamika usaha yang terus menerus, kebijaksanaan dalam gerak, dan kehati-hatian dalam bertindak.
3. Parang Klitik
Motif dengan stilasi yang halus, dengan ukuran yang lebih kecil dan juga menggambarkan citra feminim.
Melambangkan kelemah-lembutan,perilaku halus dan bijaksana, biasanya motif ini digunakan oleh para puteri raja.
4. Parang Slobog
Motif yang melambangkan keteguhan,ketelitian dan kesabaran.
Biasanya digunakan dalam acara pelantikan.
Motif ini memiliki makna harapan agar pemimpin yang dilantik dapat mengemban dan menjalankan tugasnya dengan amanah disertai kebijaksanaan dalam diri.
Penulis: Akmal Haidar Alfath