RADAR PURWOREJO - Ranggawarsita sebenarnya adalah sebuah gelar. Ada tiga pujangga Surakarta yang memiliki gelar ini yakni R.Ng. Ranggawarsita I, R.Ng. Ranggawarsita II, dan R.Ng. Ranggawarsita III.
Adapun Ranggawarsita yang tiga karyanya dibahas di sini adalah Ranggawarsita III.
Namun karena kepopulerannya sebagai pujangga Jawa dengan karya-karya yang fenomenal dan akrab di telinga masyarakat hingga saat ini, maka ketika orang menyebut nama Ranggawarsita maka akan langsung tertuju pada sosok Ranggawarsita III.
Ranggawarsita III atau 'Ranggawarsita' saja ini adalah putra dari R.Ng. Panjangswara yang bergelar Ranggawarsita II.
Adapun Ranggawarsita II adalah putra dari R.Ng Sastranegara yang bergelar Ranggawarsita I dan juga bergelar R.Ng. Yasadipura II.
R.Ng. Sastranegara ini adalah salah satu dari empat penulis Serat Centhini, sebuah naskah Jawa yang monumental dan sangat terkenal.
Yasadipura II adalah putra dari R.Ng. Yasadipura I, seorang pujangga istana Surakarta yang sangat menonjol.
Dari tangan Yasadipura I ini lahir beberapa karya yang diakui sebagai karya-karya berkelas seperti Serat Dewa Ruci, Serat Cabolek, Panitisastra, Arjunawiwaha, Babad Giyanti, dan lain-lain.
R.Ng. Ranggawarsita terlahir dengan nama Bagus Burham pada tahun 1802.
Semasa kecil dia dikenal sebagai anak nakal, gemar main adu kemiri dan permainan lainnya yang bersifat judi.
Dia terlahir dari keluarga pujangga yang dikenal kuat dan taat menjalankan agama, yakni agama Islam dengan dasar tasawuf Jawa.
Baca Juga: Tokoh Wayang Raden Samba, Si Anak Kesayangan Prabu Kresna
Maka semenjak kecil, dalam diri Bagus Burham sudah ditanamkan dasar-dasar ilmu agama Islam dan sastra Jawa.
Di bawah bimbingan kakeknya yang seorang pujangga istana, Bagus Burham sudah banyak diajari olah tembang dan menghafalnya.
Sebagaimana layaknya putra pejabat, Ranggawarsita kecil juga memiliki pengasuh bernama Ki Tanujaya, seorang laki-laki yang memiliki sikap menyenangkan dan disukai anak-anak. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin