RADAR PURWOREJO - Cakil merupakan seorang raksasa yang memiliki rahang bawah lebih besar daripada rahang atas.
Taring bawah yang panjang hingga melewati rahang atas dan badan yang kurus dan hanya ada di ramayana dan kisah-kisah wayang ini bernama Cakil.
Berbeda dari tokoh-tokoh pewayangan yang ada di di kitab-kitab india juga, sosok Cakil hanya ada di versi pewayangan Jawa.
Cakil dikenal dengan berbagai nama seperti Ditya Kala Carang Aking, Kala Klantang Mimis, Gendir Penjalin, dan Ditya Kala Plenthong.
Cakil merupakan sosok yang selalu berhadapan dengan Arjuna atau satria lain yang ada di gunung.
Tokoh ini sering terlihat di perang Kembang pada pathet sanga di sebuah pagelaran wayang.
Ia dikenal sebagai sosok yang humoris dan pantang menyerah.
Ia selalu memperjuangkan segalanya sampai titik darah penghabisan.
Dalam Perang Kembang contohnya. Cakil mati berkali-kali dengan hal yang sama yaitu mati karena senjata kerisnya sendiri.
Cakil juga digambarkan dalam sebuah tarian di wayang wong, ia memiliki sebuah tarian bernama Tari Cakil dimana tarian tersebut menggambarkan seorang panglima perang raksasa yang memiliki hati yang kejam dan sadis.
Ia melambangkan hawa nafsu dan kemurkaan.
Meskipun begitu Buto Cakil meripakan seorang prajurit yang setia hal ini dibuktikan dengan ia yang selalu menuruti perintah dari rajanya meskipun ia harus mempertaruhkan nyawanya dan mati di medan peperangan.
Dibeberapa cerita dalang Cakil dkenal sebagai anak Arjuna, ia merupakan putra dari Dewi Anggraeni yang cantik dan setia.
Dari ibunya itulah ia mewarisi kesetiaan tersebut.
Dewi Anggraeni merupakan istri dari Prabu Palgunadi yang akhirnya dibunuh oleh Arjuna demi melampiaskan nafsunya.
Oleh karena itu Cakil lahir sebagai dendam ibunya kepada nafsu bejat ayahnya. (Aina Puspita Ningrum)