RADAR PURWOREJO - Drupadi, Dropadi, Pancali Atau Yadnyaseni merupakan putri kerajaan Pancala serta merupakan anak dari bungsu dari Drupada raja Kerajaan Panchala.
Dalam pewayangan Jawa yang telah di pengaruhi oleh Islam, Drupadi hanya dinikahi oleh satu Pandawa yang bernama Yudistira.
Inilah yang menjadikan salah satu pembeda dengan wiracarita versi India yang menceritakan Dropadi sebagai istri dari kelima Pandawa.
Dalam kisahnya Yudistira berhasil memenangkan Sayembara yang diadakan oleh raja Drupda dengan mengalahkan Gandamana.
Dari sayembara tersebutlah ia akhirnya memenangkan sosok Drupadi.
Yudistira ikut serta dengan diwakili oleh sang adik yang bernama Bima, dalam ceritanya ia dan drupadi akhirnya berhasil memiliki seorang anak yang bernama Raden Pancawala.
Drupadi lahir dengan dari perkawinan Prabu Drupada dengan Gandawati dan memiliki dua saudara lainnya yaitu Srikandi dan Drestadyumna.
Drupadi digambarkan sebagai seorang wanita dengan paras yang sangat cantik tidak heran ia menjadi perebutan bagi para pria.
Drupadi membangun permusuhan dengan para Kurawa saat para Kurawa datang dengan terkagum-kagum diistana yang didirikan oleh para pandawa.
Mereka melihat kejadian di mana Duryodana tidak sengaja jatuh ke dalam kolam karena terkagum-kagum dan mengira air sebagai kristal.
Drupadi mengatakan perkataan yang membuat Duryodana merasa tersinggung.
Ia mengatakan kalimat andhasyaputra andhaha, yang artinya 'putra orang buta juga buta'.
Setelah kejadian itu Duryodana memiliki ambisi untuk menguasai harta para pandawa sehingga ingin merebutnya dalam permainan dadu.
Duryodana memanfaatkan kesaktian pamannya yaitu Sengkuni untuk memenangkan seluruh harta Yudistira, bahkan menjadikan adik-adik Yudistira sebagai budak.
Salah satu hasil yang ia dapatkan adalah Drupadi.
Drupadi menolak datang terus menerus akhirnya ia mengutus adiknya bernama Dursasana untuk menjemput Drupadi.
Akhirnya Drupadi ditarik melalui rambutnya oleh Dursasana sampai di balairung.
Ia memprotes akan hak seperti apa yang dimiliki Yudistira sehingga dapat mempertaruhkannya.
Namun para tetua Kuru menyebutkan bahwa dengan Yudistira kehilangan segalanya termaksud kemerdekaannya.
Ia juga kehilangan Dropadi tanpa harus menjadikannya sebagai bahan taruhan.
Dropadi kemudian dilecehkan sampai hampir ditelanjangi, namun akhirnya diselamatkan oleh Dewa Kresna selain itu ia juga mendapatkan pembelaan dari Wikarna dan Yuyutsu.
Setelah gagal melakukan usaha tersebut ia menyuruh drupadi untuk ke istana dayang-dayang dan memilih suami lain.
Namun hal itu tidak terlaksana karena ada pertanda buruk dari langit.
Karena khawatir akan hal itu ia mengabulkan dua permintaan drupadi yaitu membebaskan Yudistira dan para pandawa dibebaskan dan mengembalikan senjata mereka.
Banyak hal lain yang dilalui oleh drupadi seperti pengasingan dan penculikan, drupadi akhirnya meninggal dalam perjalanan suci mengelilingi Bharatawarsha.
Ia meninggal diperjalanannya menuju ke pegunungan himalaya. (Aina Puspita Ningrum)