Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Kisah Begawan Ciptaning: Pertapaan Arjuna di Gunung Indrakila dan Anugerah Panah Pasopati

Tastabila Maika Warditya • Senin, 16 September 2024 | 18:38 WIB

Ilustrasi Begawan Ciptaning alias Arjuna.
Ilustrasi Begawan Ciptaning alias Arjuna.


RADAR PURWOREJO - Arjuna merupakan salah satu pahlawan terkemuka dalam epos Mahabharata, ia dikenal memiliki kegemaran yang mendalam melalui pertapaannya.

Pada salah satu fase terpenting dalam hidupnya, Arjuna mengambil nama Begawan Ciptaning saat ia bertapa di Gunung Indrakila.

Bagi Arjuna, bertapa adalah cara untuk mengendalikan hasrat dan mematikan segala keinginan duniawi, hal itu dilakukan demi mencapai tujuan spiritual yang lebih tinggi.

Dalam pertapaannya, Arjuna juga dikenal sebagai Begawan Mintaraga. Kata Minta berarti memisah, dan Raga berarti badan kasar, menggambarkan upaya Arjuna untuk memisahkan dirinya dari hal-hal duniawi yang mengganggu pikirannya.

Dengan pertapaan ini, ia berusaha menjernihkan pikirannya agar siap menghadapi perang besar Baratayudha, perang saudara yang tak terhindarkan, seperti yang diprediksi oleh Prabu Kresna.

Setelah Pandawa kalah dalam permainan dadu melawan Kurawa, Arjuna diutus oleh Kresna untuk bertapa di Bukit Indrakila, guna mempersiapkan diri menghadapi perang yang akan datang.

Di tengah pertapaannya, Arjuna tidak lepas dari cobaan. Tepat saat ia menjalani tapa brata, para dewa di kahyangan menghadapi masalah besar.

Prabu Nirwatakaca, seorang raksasa sakti, menimbulkan kekacauan di kahyangan karena menginginkan Dewi Supraba, putri dari Bathara Indra.

Bathara Indra yang kewalahan menghadapi Nirwatakaca, mulai mencari bantuan dengan mengirim beberapa bidadari untuk menggoda Arjuna dan membangunkannya dari tapa.

Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Ketujuh bidadari yang berparas jelita, dengan segala daya tarik duniawi yang ditawarkan ternyata gagal menggoyahkan keteguhan Arjuna.

Begawan Ciptaning tetap tak terpengaruh oleh godaan para bidadari. Bahkan Bathari Wilutama yang terlalu bernafsu untuk menggoda Arjuna, dipermalukan saat pakaiannya terlepas karena angin kencang.

Arjuna pun tetap kokoh dalam pertapaannya, menunjukkan betapa kuatnya pengendalian diri yang dimilikinya.

Baca Juga: Bangsa Indonesia telah Mewarisi 29 Jenis Wayang, Mana yang Paling Populer? 

Karena para bidadari gagal, Bathara Indra akhirnya turun tangan langsung. Ia menggunakan seekor babi hutan sebagai perantara untuk membangunkan Arjuna.

Setelah pertapaannya berakhir, Bathara Indra memuji ketulusan hati dan kekuatan mental Arjuna. Sang pahlawan kemudian diundang ke kahyangan untuk membantu dewa-dewa melawan Prabu Nirwatakaca.

Dalam pertempuran yang terjadi di kahyangan, Arjuna berhasil mengalahkan raksasa sakti tersebut.

Sebagai bentuk penghargaan atas jasanya, Bathara Indra memberikan dua hadiah yang sangat berharga kepada Arjuna.

Pertama, Bathari Supraba, yang sebelumnya diinginkan oleh Nirwatakaca. Kedua, panah sakti Pasopati, senjata ampuh yang kelak menjadi senjata utama Arjuna dalam pertempuran Baratayuda.

Dalam pewayangan, sosok Begawan Mintaraga memiliki ciri khas yang tetap menampilkan wajah Arjuna.

Ia digambarkan dengan mata jaitan dan hidung mancung. Rambutnya panjang dan terurai gimbal, menutupi sebagian tubuhnya yang sederhana dengan hiasan bunga di antara kakinya, simbol dari kesucian dan kemuliaan yang ia capai melalui pertapaan.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Pertapaan Arjuna #dunia pewayangan #arjuna #Wayang #Tokoh wayang #pewayangan #epos Mahabharata #Kisah Begawan Ciptaning