Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengenal Seni Tari Tradisional Bangilun Asal Temanggung Jawa Tengah: Tercipta Sejak Zaman Penjajahan Belanda

Meitika Candra Lantiva • Minggu, 3 November 2024 - 02:25 WIB
NGURI-URI BUDAYA: Para siswa menarikan tari Bangilun Temanggung Jawa Tengah.
NGURI-URI BUDAYA: Para siswa menarikan tari Bangilun Temanggung Jawa Tengah.

RADAR PURWOREJO - Indonesia memiliki beragam seni tari tradisional.

Salah satunya Bangilun.

Bangilun adalah seni tari tradisional yang bersifat religius.

Tari ini berasal dari Temanggung, Jawa Tengah.

Tari ini awalnya untuk menyebarkan agama Islam melalui budaya.

Pada tahun 1900-an, saat zaman penjajahan Belanda Tari Bangilun mulai tercipta.

Tari Bangilun memiliki bentuk yang mirip dengan Tari Dolalak dari Purworejo dan Tari Angguk dari Kulon Progo.

Bangilun menjadi simbol kebanggaan masyarakat Temanggung yang mulanya hanya lakoni oleh penari laki-laki.

Seiring berjalannya waktu, tari ini berkembang dan turut dilakoni perempuan.

Jumlah penari Bangilun cukup banyak, sekitar 12-14 orang.

Dalam pertunjukkan Bangilun, penarinya mengenakan celana panji, baju rompi, topi pet, serta properti dan pengaman, seperti sabuk, sampur, dan selempang.

Seiring berkembangnya zaman, terdapat beberapa kelompok yang menambahkan kreasi kostum Tari Bangilun, sehingga terlihat lebih modern.

Kostum Tari Bangilun kontemporer menggunakan kain warna-warni, kaos kaki, dan kacamata hitam sebagai aksesoris tambahan.

Kostum yang digunakan merupakan komponen penting dari pesona Bangilun.

Kostum tersebut menghidupkan kembali nuansa tradisional Temanggung.

Tak hanya memperindah penampilan, kostum dengan berbagai motif itu kaya akan sarat simbolisme.

Aksesoris yang dipakai juga detail. Mulai dari hiasan kepala yang megah hingga balutan kain batik yang menawan.

Tari Bangilun lebih dari sekadar pertunjukkan, melainkan sebuah perjalanan sejarah.

Kostum yang memukau dan gerakan yang dinamis menunjukkan pesona budaya yang tak lekang oleh waktu.

Bangilun mengisahkan cerita rakyat dengan makna dan kearifan lokal dalam setiap gerakannya.

Para penari bergerak dengan keanggunan yang mempesona, membentuk harmoni yang sempurna antara tubuh mereka dan alunan musik.

Diiringi oleh ritme musik yang memikat dan melodi yang merdu, seperti lagu Jarum-jarum.

Dalam tarian ini, setiap gerakan tangan, langkah kaki, dan ekspresi wajah berfungsi sebagai bahasa yang menyampaikan pesan dari masa lalu kepada generasi masa kini.

Bangilun sering dipentaskan dalam berbagai upacara adat, festival, dan acara budaya.

Selain memberikan hiburan, Bangilun juga sebagai perantara untuk menumbuhkan rasa cinta dan penghargaan terhadap warisan nenek moyang.

Penonton diajak untuk merasakan semangat dan jiwa dari tanah Temanggung, tempat yang kaya akan sejarah dan tradisi.

Menyaksikan Bangilun menjadi pengalaman yang tak terlupakan, di mana keindahan gerakan, keagungan kostum, dan kekayaan budaya berpadu.

Biarkan dirimu terbawa dalam keajaiban tarian ini dan rasakan bagaimana Bangilun menghidupkan kembali sejarah dan tradisi Temanggung dengan cara yang luar biasa dan penuh pesona. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#zaman penjajahan belanda #tari bangilun #Jawa Tengah #Bangilun #tari #temanggung #Mengenal #seni tari #tercipta #tari tradisional #Tari Tradisional Bangilun