Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Kisah Pandawa : Sesaji Rajasuya, Bima Menumbangkan Prabu Jarasanda hingga Awal Konflik Besar Kurawa

Jihad Rokhadi • Senin, 4 Mei 2026 | 15:34 WIB
Wrekodara vs Jarasanda
Wrekodara vs Jarasanda

 

RADAR JOGJA – Kisah Sesaji Rajasuya menjadi salah satu bagian penting dalam epos Mahabharata versi pewayangan Jawa. Peristiwa ini tidak hanya menandai kejayaan Pandawa di Kerajaan Amarta, tetapi juga menjadi titik awal konflik besar dengan pihak Kurawa.

Upacara agung ini diawali dengan ancaman besar dari Prabu Jarasanda, raja Magada, yang berniat mengorbankan seratus raja dalam Sesaji Kalalodra.


Ancaman Prabu Jarasanda dan Penangkapan Para Raja

Kabar mengejutkan datang ke Kerajaan Dwarawati. Dua raja, Prabu Bismaka dan Prabu Setyajit, ditangkap oleh Prabu Hamsa dan Prabu Dimbaka, yang ternyata merupakan utusan Prabu Jarasanda.

Menurut Prabu Kresna, Jarasanda telah menawan 97 raja dan berencana melengkapi jumlah tersebut dengan menangkap dirinya, Prabu Baladewa, dan Prabu Puntadewa.

Situasi ini membuat konflik tak terhindarkan.

Baca Juga: Kisah Pandawa: Raden Suyudana Resmi Jadi Pangeran Mahkota Hastina, Intrik Istana dan Kisah Bima Tumbangkan Prabu Baka


Baladewa Menghancurkan Pasukan Magada

Serangan pasukan Magada ke Dwarawati benar-benar terjadi. Dipimpin Prabu Hamsa dan Prabu Dimbaka, mereka berniat menangkap Prabu Kresna.

Namun, Prabu Baladewa telah bersiap.

Dalam pertempuran sengit, Baladewa menemukan kelemahan musuhnya. Dengan pusaka Nanggala dan Alugora, ia berhasil membunuh kedua raja tersebut secara bersamaan, mengakhiri ancaman mereka.


Misi Rahasia Pandawa ke Magada

Sementara itu, Prabu Kresna menuju Amarta dan menjelaskan syarat pelaksanaan Sesaji Rajasuya kepada Prabu Puntadewa.

Salah satu syarat utama adalah menumpas raja angkara murka.

Targetnya jelas: Prabu Jarasanda.

Demi menyelamatkan 97 raja yang ditawan, Arya Wrekodara dan Raden Arjuna akhirnya mendapat izin untuk berangkat bersama Prabu Kresna ke Magada dengan menyamar sebagai pendeta.

Baca Juga: Kisah Pandawa: Ambisi Duryudana Kuasai Amarta, Prabu Kirmira Tewas di Tangan Bima di Hutan Kamyaka


Pertarungan Legendaris: Wrekodara vs Jarasanda

Setelah penyamaran terbongkar, Prabu Kresna menantang Jarasanda untuk perang tanding.

Jarasanda memilih Arya Wrekodara sebagai lawannya.

Pertarungan berlangsung sengit selama berhari-hari tanpa pemenang. Keduanya sama-sama memiliki kekuatan luar biasa.

Hingga akhirnya, Prabu Kresna mengungkap rahasia asal-usul Jarasanda yang lahir dari dua bagian tubuh.

Dengan strategi tersebut, Wrekodara berhasil membelah tubuh Jarasanda dan melemparkannya secara menyilang, sehingga tidak dapat menyatu kembali.

Jarasanda tewas seketika.


97 Raja Dibebaskan, Jayatsena Naik Takhta

Kematian Jarasanda membawa perubahan besar.

Sebanyak 97 raja yang ditawan akhirnya dibebaskan. Putra Jarasanda, Raden Jayatsena, kemudian diangkat sebagai raja baru Magada.

Langkah ini sekaligus mengakhiri ancaman Sesaji Kalalodra.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Wayang: Parasara Ayah Dari Abiyasa yang Berwatak Halus


Puncak Kejayaan: Pelaksanaan Sesaji Rajasuya

Di Amarta, seluruh syarat telah terpenuhi.

Ratusan raja dari berbagai negeri hadir dalam upacara besar tersebut. Dalam momen ini, Prabu Puntadewa dinobatkan sebagai Maharaja Yudistira.

Ia juga memberikan penghormatan tertinggi kepada Prabu Kresna sebagai Sri Batara Kresna, yang dianggap sebagai pelindung Pandawa.


Insiden Sisupala dan Awal Bara Konflik

Namun, tidak semua pihak setuju.

Prabu Sisupala secara terbuka menghina Prabu Kresna di hadapan para raja. Setelah penghinaan melewati batas, Prabu Kresna akhirnya menewaskan Sisupala dengan Cakra Sudarsana.

Peristiwa ini menegaskan posisi Kresna, sekaligus memperlihatkan ketegangan antar kerajaan.


Duryudana Dipermalukan, Benih Dendam Tumbuh

Setelah upacara selesai, Prabu Duryudana mengunjungi Istana Indraprasta.

Namun, ia tertipu oleh ilusi istana dan tercebur ke dalam kolam. Dewi Drupadi yang melihat kejadian itu mengejeknya.

Penghinaan tersebut membekas dalam hati Duryudana.

Dengan dukungan Patih Sangkuni, ia bersumpah akan membalas dendam. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi salah satu pemicu konflik besar antara Kurawa dan Pandawa di masa mendatang.


 

Kisah Sesaji Rajasuya bukan sekadar cerita kemenangan Pandawa, tetapi juga titik balik sejarah besar dalam Mahabharata.

Dari keberhasilan menumbangkan Prabu Jarasanda hingga penghinaan terhadap Duryudana, semua peristiwa ini menjadi awal dari konflik panjang yang berujung pada perang besar Bharatayuda.

Editor : Jihad Rokhadi
#Cerita Wayang #Pandawa #mahabarata #Wayang #kurawa