Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pengamat: Dampak PHK Gudang Garam Bisa Menjalar ke Petani dan UMKM Sekitar

Heru Pratomo • Senin, 8 September 2025 | 01:50 WIB
PHK karyawan Gudang Garam
PHK karyawan Gudang Garam

 

RADAR PURWOREJO - PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) massal di PT Gudang Garam, pabrik rokok legendaris di Jawa Timur. Momen karyawan berpamitan pun tersebar luas di media sosial.

Salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @inijawatimur. Akun dengan 421 ribu pengikut itu mengunggah ulang konten video yang dibagikan karyawan Gudang Garam, akun TIkTok @adion._87.

"Dunia kerja sedang tidak baik baik saja. 14 tahun sudah perjalanan bersama PT Gudang Garam. Bukan hal yang mudah menerima keputusan PHK ini," tulis dalam caption, dikutip Sabtu (6/9).

Bagi Adion, Gudang Garam bukan hanya tempat untuk mencari nafkah. Selama 14 tahun bekerja di pabrik rokok tersebut, ia menemukan keluarga kedua. Menciptakan kenangan indah dan bertumbuh bersama.

"Karena di sinilah saya belajar dan bertumbuh. Terima kasih untuk semua kenangan, kerjasama, dan persahabatan yang terjalin. Selamat tinggal, terima kasih sudah menjadi bagian berharga dalam hidup saya," imbuhnya.

Sementara itu, dalam video berdurasi satu menit 18 detik, tampak para karyawan berbaris rapi dan saling berjabat tangan. Wajah mereka lesu. Beberapa dari mereka bahkan menyeka air mata saat berpamitan.

"Sepurane sing akeh, sehat-sehat, ya," ucap seorang karyawan laki-laki tinggi berseragam merah-biru, sambil berpamitan dan memeluk temannya. Wajahnya tersenyum, namun nada getirnya tak bisa disembunyikan.

Hananto Wibisono, Pemerhati Ekosistem Tembakau Indonesia menyebut, PT Gudang Garam Tbk, salah satu pilar industri rokok nasional. Video viral di media sosial yang menunjukkan perpisahan haru karyawan di pabrik Gudang Garam, menjadi cerminan dari krisis yang tengah mengguncang sektor tembakau.

Dengan pengalaman hingga puluhan tahun, karyawan yang di-PHK kehilangan tidak hanya pekerjaan, tetapi juga ikatan emosional sebagai bagian dari "keluarga" Gudang Garam.

"Krisis ini bukan sekadar persoalan perusahaan, tetapi juga mencerminkan tantangan struktural yang mengancam ekosistem tembakau Indonesia," jelasnya.

Dia menyebut, penyebab PHK di Gudang Garam berakar pada beberapa faktor kunci. Kenaikan cukai rokok yang signifikan dan terus menerus telah menekan daya beli konsumen, menstimulan mereka beralih ke rokok murah atau ilegal.

Regulasi yang makin ketat dan Perubahan Tren Konsumen, terbitnya PP 28 Tahun 2024 yang mengatur tentang produks olahan tembakau yang makin ketat, seperti pembatasan iklan rokok dan pencantuman gambar peringatan kesehatan pada kemasan. Selain itu, perubahan preferensi konsumen, turut menekan penjualan.

"Pemerintah harus hadir untuk mengambil langkah konkret dalam memperkuat penegakan hukum terhadap rokok ilegal untuk melindungi industri legal dan petani tembakau," pintanya.

Ekosistem tembakau Indonesia, yang menopang jutaan pekerja dan petani, berada di persimpangan jalan. Krisis ini adalah panggilan untuk bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan, demi menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat untuk berdialog guna merumuskan kebijakan yang tidak hanya menyelamatkan industri, tetapi juga melindungi pekerja dan petani dari dampak krisis yang lebih luas," jelasnya.

 

Editor : Heru Pratomo
#pemerhati #gudang garam #Petani Tembakau #UMKM #Hananto Wibisono #PHK Karyawan