KULON PROGO - Bumi Binangun kini memiliki sentra pengolahan kuliner lele asap di Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur. Kampung Lele Asap Banaran berisikan puluhan rumah pengolah kuliner tersebut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Drajat Purbadi menyampaikan, Kampung Lele Asap telah diresmikan di Padukuhan Jati, Kalurahan banaran. Kampung ini berisikan 32 pengolah aktif lele asap, sebagai tonggak hilirisasi produk perikanan di daerah. "80 persen pemasaran sudah masuk pasar Bantul," ucap Drajat, Kamis (7/5).
Walau baru diresmikan, sepak terjang kampung lele asap telah dikenal di luar daerah. Khususnya Kabupaten Bantul, kampung lele asap rutin menyuplai ratusan kilogram lele asap setiap harinya. Biasanya lele asap digunakan sebagai bahan baku kuliner mangut lele.
Baca Juga: Magelang Jadi Lokasi Program Global Pelestarian Pangan Lokal, Fokus Padi Lokal dan Umbi Langka
Kemampuan produksi kampung lele asap mencapai 450 kilogram perharinya. Bahan baku lele juga didapat dari pasokan lokal kalurahan dan sekitar Kulon Progo.
Drajat menjelaskan, pendirian kampung lele asap merupakan bagian dari program hilirisasi produk. Apalagi Kalurahan Banaran memiliki potensi perikanan air tawar yang banyak. Terutama di akhir 2025, kalurahan mendapat bantuan kolam bioflok lele. Produk bukan lagi bahan mentah, namun menjadi bahan olahan dengan nilai jual tinggi. "Kami berupaya menjaga identitas produk lele asap," ungkapnya.
Keberadaan kampung lele asap diharapkan dapat memantik perekonomian sekitar, tak hanya industri olahan, tetapi wisata. Mengingat letak Kalurahan Banaran berada di dekat Pantai Trisik dan Jembatan Kabanaran. Sehingga, Kampung Lele Asap dan dikembangkan sebagai basis wisata.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menegaskan, peran pemkab dalam mendukung kampung lele asap. Ia berencana mengembangkan paket wisata yang terhubung dengan objek wisata sekitar.
Tujuannya, menciptakan efek domino dari potensi lokal yang tersedia."Kulon Progo seperti Negara Ngastina kalau dalam pewayangan, potensinya banyak," ungkapnya. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo