SOLO - Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Imron Rizkyarno melakukan inspeksi ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiroto 1, Jumat (8/5). Imron mengecek dapur penyedia program makan bergizi gratis (MBG) itu guna memastikan kondisi dapur pascaadanya dugaan keracunan yang menimpa ratusan murid SMKN 1 Jatiroto.
Wabup terjun langsung didampingi oleh unsur Forkompimcam Jatiroto, perwakilan puskesmas, dan pihak sekolah. Nampak Imron mengecek kondisi dapur dan memberi sejumlah masukan, serta membahas langsung kejadian dugaan keracunan akibat menu MBG yang disalurkan dapur tersebut.
"Kita inspeksi ke SPPG Jatiroto 1 setelah ada laporan dugaan keracunan dan juga temuan puntung rokok. Ini wujud kontrol agar dapur memberikan pelayanan terbaik kepada anak-anak," ujar Imron usai inspeksi.
Wabup memastikan langkah-langkah yang dalam kewenangan Pemkab Wonogiri telah dilakukan. Salah satunya adalah pengambilan sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri.
"Insya Allah nanti malam hasil laboratorium sudah keluar. Nanti kita sampaikan ke teman-teman media hasilnya bagaimana," beber Imron.
Imron juga meminta masyarakat untuk menjadi mata dan telinga menjaga MBG yang notabene program unggulan Presiden Prabowo Subianto agar berjalan dengan baik di Jatiroto. "Kami berharap semoga tak ada kejadian atau kendala di Wonogiri," kata dia.
Baca Juga: Nasib Guru PAUD di Kulon Progo, Honor Dipangkas meski untuk Operasional Sekolah Harus Bantingan
Apa masukan yang diberikan kepada dapur usai adanya inspeksi? Imron melihat, di area pemorsian tidak ada exhaust fan. "Menurut saya itu perlu. Nasi masih panas kalau di ruang AC pasti ada uapnya. Di situ saya minta kepala dapur untuk memasang exhaust. Nasi keluar dari steamer kondisi panas, jadi saat pemorsian sudah dingin. Di ompreng tidak ada embun," papar dia.
Embun di ompreng akibat nasi yang masih panas, menurut Imron, juga bisa membuat buah, utamanya buah kupas seperti semangka dan melon lebih cepat tak layak konsumsi.
Baca Juga: Tega, Uang Donasi Pembangunan Masjid di Semin, Gunungkidul dari Arab Saudi Digondol Maling
Soal adanya temuan puntung rokok pada menu yang dibagikan Rabu (6/5) lalu, Imron mengatakan pihaknya akan menggelar evaluasi di tingkat kabupaten. Kepala dapur akan diminta untuk memitigasi agar hal serupa tak terulang lagi.
“Tadi saya minta kepala dapur inspeksi. Satpam juga kita minta perketat yang keluar masuk," beber dia.
Sementara itu, Kepala SPPG Jatiroto 1 Richard Heidy Pratama mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan pihak terkait atas peristiwa dugaan keracunan. Termasuk menunggu hasil uji laboratorium dari Dinkes Wonogiri atas sampel makanan yang telah diambil. "Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menunggu hasil lab," pungkasnya. (al/laz)
Editor : Sevtia Eka Nova