RADAR MALIOBORO - Jogjakarta memegang "rekor" terbanyak petani gurem di Pulau Jawa. Jumlahnya paling banyak dibanding wilayah atau provinsi lain.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi peningkatan Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) pada 2023 sebesar 8,74 persen dibandingkan kondisi 2013.
Jumlah RUTP pada 2023 sebanyak 28,42 juta unit. Dedangkan pada 2013 hanya 26,14 juta unit.
Baca Juga: Simantap Sejagat, Inovasi Penanganan ODGJ Puskesmas Kasihan II Bantul Raih Penghargaan KemenPANRB
Kenaikan jumlah RTUP berbanding terbalik dengan penurunan jumlah usaha pertanian perorangan (UTP) dalam sepuluh tahun terakhir. Jumlah UTP pada 2023 mencapai 29,34 juta unit, sedangkan pada 2013 lalu masih sebanyak 31,71 juta unit.
"Rasio UTP terhadap RTUP terjadi penurunan dari 1,21 menjadi 1,03. Artinya, rata-rata atau sebagian besar rumah tangga usaha pertanian hanya mengelola usaha pertanian," kata Sekretaris Utama Kepala BPS Atqo Mardiyanto, dalam paparan Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023 Tahap 1, Senin (4/12).
Meskipun jumlah RTUP secara agregat mengalami peningkatan, akan tetapi RTUP pada semua sektor mengalami penurunan selama periode 2013-2023. Penurunan terbesar jumlah RTUP secara absolut terjadi pada subsektor kehutanan yang berkurang 3,34 juta unit (49,22 persen), dan subsektor tanaman pangan yang turun 2,26 juta unit (12,75 persen).
Dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah RTUP gurem atau petani gurem meningkat 2,64 juta rumah tangga (18,54 persen) menjadi 16,89 juta rumah tangga. RTUP gurem adalah rumah tangga yang menggunakan/menguasai lahan (pertanian dan tempat tinggal) kurang dari 0,5 hektare (Ha).
Di Pulau Sumatera, persentase rumah tangga petani gurem paling tinggi terdapat di Provinsi Aceh sebesar 57,68 persen. Ini berarti, lebih dari setengah RTUP di Aceh adalah petani gurem.
"Untuk di Jawa, yang paling tinggi petani gurem ini ada di Jogjakarta. Karena petani gurem ini ada kaitannya dengan lahan, tentunya kita paham kalau di Jawa mungkin yang lahannya sempit, salah satunya di Jogjakarta. Nah, di Jogjakarta ini hampir 88 persen adalah petani gurem," jelas Atqo.
Baca Juga: Gelar Festival untuk Eksistensi Kelompok Kesenian Gatholoco di Borobudur
Di Pulau Kalimantan, provinsi dengan persentase petani gurem terbanyak yaitu Kalimantan Selatan (42,41 persen). Sedangkan di Pulau Sulawesi, provinsi dengan persentase petani gurem terbanyak yaitu Sulawesi Selatan (41,23 persen).
Di Bali-Nusra, persentase petani gurem paling tinggi terdapat di Provinsi Bali (69,32 persen). Dan di Maluku-Papua, persentese petani gurem paling tinggi terdapat di Provinsi Papua Pegunungan (98,63 persen).