Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pencurian Modus Ganjal ATM Kembali Terjadi di Bantul, Pelaku Masih Dicari

Gregorius Bramantyo • Rabu, 7 Februari 2024 - 15:00 WIB
Ilustrasi gaji uang. (Dok JawaPos.com)
Ilustrasi gaji uang. (Dok JawaPos.com)

 

RADAR PURWOREJO – Kasus pencurian modus ganjal ATM di wilayah Jogjakarta kembali terjadi. Kali ini terjadi di sebuah ATM di SPBU Cengkiran, Pandak, Bantul pada Sabtu (3/2). Mengakibatkan dua korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengungkapkan, kasus pertama yang terjadi pada pukul 09.00 menimpa RD, 31, warga Pajangan, Bantul. Saat itu, korban hendak mengambil uang. Namun setelah uang terambil, kartu ATM korban tidak bisa keluar.

Kemudian ada orang yang menawarkan bantuan dan menyarankan agar korban kembali memasukan nomor pin ATM. “Akan tetapi, hal itu tidak membuahkan hasil. Saat di-cancel kartu ATM tetap tidak keluar,” kata Jeffry kemarin (6/2).

Korban pun pulang ke rumah dan baru menyadari jika uang di rekeningnya berkurang Rp 10,2 juta. Setelah itu, korban pun melaporkan kejadian itu ke Polres Bantul.

Sedangkan kasus kedua terjadi pada pukul 10.00 menimpa TH, 31, warga Sukoharjo, Jawa Tengah yang mengambil uang senilai Rp 1 juta. Usai menarik uang, kartu ATM korban tidak mau keluar. Kemudian korban bertanya kepada seorang pria yang tidak dikenal. Lalu oleh orang itu diarahkan untuk menyebutkan Personal Identification Number (PIN) korban. “Namun kartu ATM korban tetap tidak bisa keluar, dan pria itu bilang kartu ATM sudah diblokir," ujar Jeffry.

Setelah itu, korban pergi meninggalkan lokasi kejadian. Kemudian pada Senin (5/2) sekitar pukul 08.00 korban datang ke bank dan ternyata dari keterangan customer service telah terjadi penarikan uang senilai Rp 13,5 juta dari rekening korban. “Korban langsung melaporkannya ke Polsek Pandak. Saat ini kami tengah menyelidiki kasus tersebut,” ungkap Jeffry.

Menurutnya, modus pencurian dengan cara mengganjal slot kartu pada mesin ATM masih memakan korban meski sudah sering terjadi. Modusnya pun beragam, di antaranya yakni pura-pura membantu korban. Padahal pelaku dengan cepatnya langsung menukar atau mengganjal ATM milik calon korbannya.

Terkait hal tersebut, Jeffry mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan hati-hati. Agar tidak menjadi korban pelaku kejahatan saat bertransaksi di ATM.

Dia mengimbau, masyarakat diusahakan jika ingin menarik uang atau bertransaksi pada mesin ATM, lokasinya aman dan ada petugas keamanan internal seperti satpam. Kemudian masyarakat harus memperhatikan kondisi di sekitar ATM. Waspada bila ada yang mencurigakan seperti ada orang yang tengah mengintai.

“Atau apabila ada tempelan kertas yang menyatakan harus menghubungi nomor telepon tertentu bila mengalami masalah saat bertransaksi, maka nomor tersebut sangat diragukan kebenarannya,” jelas Jeffry.

Saat memasukkan PIN ATM, lanjut Jeffry, usahakan posisi tombol tidak terlihat oleh orang lain yang berada di sekitar. Masyarakat juga diminta mengecek kondisi lubang tempat memasukkan kartu tersebut. Apakah ada benda yang mengganjal atau tidak. Terlebih, jangan meminta bantuan kepada orang yang bukan petugas resmi. “Yang paling penting dan kerap terjadi sesaat sebelum modus pencurian dilancarkan pelakunya, bila kartu tersangkut di mesin ATM,” ucap Jeffry. (tyo/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#Bantul #pencurian #ganjal atm