RADAR PURWOREJO - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman bakal menggelar operasi pasar murah untuk menekan harga beras yang tidak terkendali. Adapun pelaksanaannya dijadwalkan selama empat hari di empat titik lokasi. Hanya saja, jumlah beras yang disediakan per lokasi hanya sebanyak sembilan ton.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sleman Kurnia Astuti mengatakan, komoditas beras premium yang dijual mencapai lima ton dan beras medium empat ton. Meski demikian, tidak hanya beras yang akan disediakan dalam operasi pasar murah. Namun juga gula pasir sebanyak dua ton, minyak goreng dua ton, telur satu ton, dan tepung terigu 500 kilogram. “Untuk harga jual komoditasnya kami terapkan harga distributor,” beber Nia kemarin (18/2).
Nia menuyebut, program pasar murah itu akan dimulai pada Rabu (21/2) dengan lokasi pertama di Lapangan Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati. Kemudian untuk lokasi kedua di Lapangan TGP, Margoluwih, Seyegan Kamis (22/2).
Program pasar murah bertajuk Semar Mesem (Sembako Murah Menyenangkan Seluruh Masyarakat) itu bakal dilaksanakan kembali pada Senin (26/2) dengan memilih tempat di Lapangan Donokerto, Turi. Sementara untuk lokasi terakhir berada di Lapangan Raden Ronggo, Tirtomartani, Kalasan Selasa (27/2).
“Kami sementara memang tidak bergerak di kapanewon karena kesibukan panewu mengawal pemilu. Sehingga dipilih empat lokasi tersebut, untuk waktunya dimulai dari pukul 09.00,” ujar Nia.
Kemudian untuk persyaratannya, dia meminta, agar masyarakat membawa KTP yang berdomisili di Kabupaten Sleman. Adapun satu KTP nantinya akan berlaku bagi satu kali pembelian per orangnya. Di samping itu, masyarakat yang ingin membeli sembako di operasi pasar murah juga diimbau membawa kantong belanja sendiri dan uang pas.
Pedagang sembako di Pasar Sleman Siti mengungkapkan, harga beras menyentuh Rp 16.500 sampai Rp 17.000 per kilogram. Harga itu naik cukup signifikan dibanding harga normal yang berkisar antara Rp 13.500 sampai Rp14.000 per kilogram. “Untuk penyebab kenaikan harga beras informasinya karena stoknya menipis akibat panen mundur, sehingga dari distributor harganya sudah tinggi,” ungkap Siti. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova