RADAR PURWOREJO – Lahan seluas 24x12 meter di Padukuhan Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul disulap menjadi sebuah green house. Hanya bermodalkan Rp 5 juta, lahan tersebut kini penuh dengan ratusan tanaman melon hidroponik.
Pengelola Green House Kinan Earth Umar Said menjelaskan, saat ini sudah ada 900 pohon melon premium golden emerald. Dengan masa panen kurang dari dua bulan. Media tanam hidroponik, juga membuat pohon dan buah terhindar dari jamur mauipun hama. “Modal penanaman sekitar Rp 5 juta sampai Rp 6 juta dengan penjualan mencapai lebih dari Rp 15 juta,” jelasnya kemarin (21/2).
Harga melon yang ditawarkan, mencapai Rp 25 ribu per kilogramnya. Pengunjung yang dating, bisa langsung memetik melon yang diinginkan sendiri. Selain itu, pengunjung juga bisa langsung memetik buah dan sayuran lain yang ada di luas lahan pertanian mencapai 1.300 meter persegi.
Selain menjual hasil tanaman, Kinan Earth juga sebagai wadah edukasi terhadap masyarakat khususnya kaum muda untuk lebih berani dan pintar bertani. Mengingat bedirinya Kinan Earth karena keresahan para milenial yang kurang yakin dengan konsep pertanian modern. “Selain green house, konsep yang diusung ialah pertanian modern sebagai sarana pertanian yang lebih efektif, menguntungkan dan aman dari hama,” ucapnya.
Sementara itu, pengunjung asal Kota Jogja Tiara Maharani mengaku, rela menempuh jarak yang sangat jauh untuk merasakan nikmatnya petik melon. “Untuk menikmati suasana petik melon langsung dari kebunnya,” ujar Tiara.
Dia mengaku tidak sia-sia menempuh jarak yang lumayan jauh dikarenakan buah melon yang dihasilkan memiliki rasa yang manis dan segar. “Kelebihan memetik melon sendiri, saya bisa memilih sendiri baik dari ukuran maupun tingkat kematangan buah melon,” lontarnya. (cr6/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova