Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Tiga Pagar Sekolah di Sleman Ambruk akibat Air Hujan

Iwan Nurwanto • Kamis, 29 Februari 2024 | 16:00 WIB

 

Kalak BPBD Sleman Makwan
Kalak BPBD Sleman Makwan

RADAR PURWOREJO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman meminta agar satuan pendidikan seperti sekolah mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Sebab selama awal tahun ini, sudah ada tiga bangunan sekolah berupa pagar yang ambruk.

 

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan merinci, satu kasus terjadi pada Januari lalu di SMP Pamungkas, Cebongan. Kemudian dua kasus terjadi belum lama ini di SDN Gentan, Ngaglik, dan SDN Karangasem, Condongcatur.

Banyaknya pagar sekolah yang ambruk, kata Makwan, diakibatkan karena meningkatnya intensitas hujan. Selain itu, juga karena masih belum baiknya pengelolaan air pada sebagian sekolah.

 

Dari hasil pengecekannya ke beberapa sekolah, pengelolaan air hujan memang belum maksimal. Akibat tidak optimalnya fungsi sumur resapan, membuat air hujan yang tidak tertampung menggerus struktur bangungan.

 

“Untuk mengantisipasi harus dilakukan pengelolaan air hujan dan tidak mendapatkan tambahan debit air dari luar, yakni air harus ditampung dalam sumur resapan,” beber Makwan kemarin (28/2).

 

Menurutnya, upaya yang dapat dilakukan oleh satuan pendidikan termasuk masyarakat adalah rutin mengecek kondisi sumur resapan. Apabila volumenya berkurang karena banyaknya sedimen, maka harus dilakukan pengerukan. Agar daya tampungnya bertambah. “Untuk mengurangi hal seperti itu kita akan galakan kembali program SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana),” sebut Makwan.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widayana menyampaikan, dinasnya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan perbaikan terhadap pagar dua sekolah negeri yang roboh. Adapun anggaran yang digunakan rencananya melalui alokasi dana darurat.


Ery mengaku, untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, pihaknya juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk sekolah di Kabupaten Sleman. Dalam surat tersebut, satuan pendidikan diminta untuk mengecek struktur bangunan. Apabila ada yang kurang layak maka harus segera dilaporkan ke dinas.

 

Sekolah, lanjutnya, juga diminta untuk mengecek kesiapan saluran limbah air hujan. Harus diantisipasi agar tidak menggenang, karena jika ada genangan maka berpotensi menggerus pondasi maupun struktur bangunan.

Kemudian pohon-pohon yang rawan tumbang juga harus diantisipasi. Jika pohon tersebut milik sekolah maka segera dikurangi risiko ambruknya. Sementara jika milik masyarakat alangkah lebih baik dikomunikasikan terlebih dahulu.

 

“Karena pohon tumbang juga menjadi salah satu ancaman bencana hidrometeorologi,” kata Ery. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#sekolah ambruk #BPBD Sleman