Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pemuda Bendungan Lor, Kulon Progo Beramal sekaligus Lestarikan Tradisi dengan Tek-tokan

Anom Bagaskoro • Rabu, 13 Maret 2024 - 18:10 WIB
SEMANGAT: Rombongan pemuda di Padukuhan Bendungan Lor, Bendungan, Wates saat memainkan tek-tokan untuk membangunkan orang untuk sahur kemarin (12/3).
SEMANGAT: Rombongan pemuda di Padukuhan Bendungan Lor, Bendungan, Wates saat memainkan tek-tokan untuk membangunkan orang untuk sahur kemarin (12/3).

RADAR PURWOREJO - Acara membangunkan sahur oleh kalangan pemuda tidak bisa dipelaskan di Padukuhan Bendungan Lor, Bendungan, Wates. Mereka punya tradisi membangunkan orang sahur menggunakan musik tek-tokan. Selain beramal, kegiatan ini disebut untuk melestarikan tradisi. 

"Sudah berjalan sejak lama, namun kembali digiatkan sejak 2012," ucap pemuda setempat, Muhammad Arfan saat ditemui di titik kumpul sahur kemarin (12/3).

Kegiatan yang sering disebut tek-tokan ini dilaksanakan mulai pukul 01.30-03.30. Sebanyak 15 pemuda akan berjalan kaki melewati gang-gang di Padukuhan Bendungan Lor, dengan jarak tempuh 2 kilometer.

Tradisi ini dinamai tek-tokan, kata Arfan, karena suara musik pengiring berbunyi tek-tok. Suara tersebut berasal dari kentongan yang dipukul menggunakan kayu. Namun, tak bisa sembarang orang yang memukul. Sebab diperlukan keterampilan agar suaranya harmoni dan sesuai tempo.

Arfan mencontohkan, apabila memukul kentongan di bagian dekat lubang, suaranya akan terdengar keras dan nyaring. Sementara bila dipukul di samping, suara yang muncul cukup pelan dan tidak terlalu keras. Saat memulai memainkan musik, salah satu pemain kentongan akan memberikan aba-aba, dan akan diikuti pemain lainnya.

Namun, hanya ada lima kentongan yang digunakan dalam tradisi tek-tokan. Yang menggambarkan rukun Islam. "Lima kentongan ini usianya sudah lebih dari 30 tahun, sehingga punya nilai sejarah," ucap Arfan.

Tak hanya memukul kentongan, rombongan pemuda ini juga besalawat. Yang dilantunkan sepanjang jalan. Selain itu, disisipkan nyanyian untuk mengajak orang agar bangun serta sahur.

Sementara itu, Subarman salah satu warga yang rumahnya dilewati rombongan tek-tokan. Dia mengaku, warga sekitar terbiasa dibangunkan sahur dengan suara tek-tokan. Sehingga apabila rombongan tek-tokan tidak membangunkan, maka warga akan terancam tidak melakukan sahur. (cr7/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#bangun sahur #tradisi #pemuda #KULON PROGO