RADAR PURWOREJO - Kabupaten Sleman memiliki empat titik ruas jalan rawan kecelakaan atau masuk kategori jalur tengkorak. Yakni di Jalan Kaliurang, Jalan Solo, serta dua titik di wilayah Prambanan atas.
Wakasatlantas Polresta Sleman AKP Arfita Dewi membeberkan, untuk jalur rawan bahaya yang dipetakan pihaknya berada di Jalan Kaliurang Km 4 hingga Km 17 . Serta di Jalan Solo tepatnya yang masuk wilayah Kalasan hingga Prambanan.
Fita menyebut, bahwa menghadapi musim libur lebaran ini pihaknya juga sudah menyiapkan empat pos. Rinciannya dua pos pengamanan di Tempel dan Prambanan. Serta pos pelayanan di Amplaz dan Gamping. “Kami juga menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa pengaturan lalu lintas secara manual dan pengalihan arus,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arip Pramana menuturkan, bahwa jalur yang cukup berbahaya bagi pemudik ada di wilayah Prambanan atas. Meliputi jalur Breksi dan jalur Pereng. Lantaran kedua jalan tersebut memiliki tingkat kemiringan hingga 30 derajat.
“Sementara mayoritas kendaraan didesain untuk menghadapi jalan dengan kemiringan 25 derajat,” ucapnya.
Mengantisipasi adanya kecelakaan, rambu dengan informasi penggunaan gigi rendah telah dipasang. “Untuk bus juga tidak boleh lewat jalur pereng,” katanya.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, jumlah pemudik yang akan masuk ke DIJ diprediksi mencapai 11,7 juta orang. Dari jumlah tersebut, ada kemungkinan sebanyak 4 juta orang bakal masuk ke Sleman.
Mayoritas pemudik nantinya juga akan lebih banyak menggunakan moda transportasi darat. Seperti kereta api sebesar 20,3 persen, lalu bus 19,4 persen, kendaraan pribadi berupa mobil 18,3 persen, dan sepeda motor 16,7 persen.
Oleh karena itu, dia berharap, Dinas Perhubungan Sleman dan kepolisian bisa melakukan berbagai persiapan. Khususnya dalam upaya mengurai kepadatan kendaraan pada titik-titik rawan macet. Salah satu contohnya pada ruas-ruas jalan yang menuju destinasi wisata. “Lama tinggal masyarakat menghadapi Lebaran ini kemungkinan tiga sampai lima hari,” ujar Danang. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova