BANTUL - Menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memastikan kondisi inflasi daerah berada pada tingkat yang terkendali. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan, stabilitas harga masih dalam batas wajar dan tidak membebani masyarakat.
“Jadi, inflasi itu kan kenaikan harga-harga barang dan jasa itu yang disebut inflasi. Kalau kenaikan harga ini terjadi di luar kemampuan atau daya beli masyarakat, tentu harus dicegah. Itu yang jangan sampai terjadi,” ujarnya saat ditemui setelah acara rapat Paripurna DPRD Bantul Selasa (11/11).
Baca Juga: Ini Dia Keindahan di Balik Wisata New Celosia Yang Terletak di Semarang!
Dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), berbagai indikator menunjukkan inflasi di Bantul masih stabil. Kondisi tersebut tidak mengganggu stabilitas ekonomi daerah karena ketersediaan komoditas strategis mampu terpenuhi dengan baik.
“Ada 12 komoditas strategis di Bantul, dan neraca ketersediaannya menunjukkan surplus. Dengan surplus tersebut, kenaikan harga yang terlalu tinggi bisa dikendalikan dan tidak sampai menimbulkan gejolak di pasar,” jelasnya.
Agenda tersebut juga menyoroti kesiapan menghadapi libur akhir tahun. Pemkab Bantul akan melakukan pengecekan ketersediaan pasokan barang-barang, terutama bahan pangan, menjelang periode tersebut.
Dengan begitu, apabila terdapat peningkatan permintaan yang berpotensi memicu kenaikan harga, langkah antisipasi dapat segera dilakukan agar kenaikan tetap dalam batas yang wajar.
Menurutnya, jika muncul tanda-tanda kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan, langkah-langkah antisipasi akan segera diambil agar tetap dalam batas toleransi. Pemkab Bantul menegaskan koordinasi antarinstansi dan pelaku pasar akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. (cin)
Editor : Sevtia Eka Nova