KULON PROGO - SDN Kokap, Hargorejo, Kokap turut terdampak dari bencana hidrometeorologi. Longsornya talut di halaman sekolah turut membuat ruangan sekolah terbelah.
Kepala Sekolah SD Negeri Kokap Surohim menyampaikan, talut yang longsor memiliki panjang 20 meter dengan tinggi 15 meter. Halaman sekolah yang berdekatan dengan talut, ikut ambles sedalam 50 centimeter.
"Awalnya sudah terlihat retak sekepalan tangan 29 Desember, dan terus melebar," ucap Surohim saat ditemui Senin (5/1).
Rekahan sepanjang 25 meter itu, ternyata berhubungan dengan ruang UKS dan dapur. Hujan deras turut membuat rekahan melebar sebesar buah kelapa. Hingga berdampak ke ruang kelas pada 31 Desember 2025
Rekahan tanah itu, kemudian terus melebar sebesar buah kelapa dan mulai berdampak ke ruang pendidikan pada 31 Desember 2025. Saat ditinggal berlibur, rekahan kembali meluas hingga menyebabkan tanah ambles serta gedung dapur dan UKS miring 20 derajat.
"Kami menghubungi BPBD dan mendapatkan bantuan, kami juga melakukan kerja bakti," ucapnya.
Orang tua, guru, hingga komite ikut melakukan lokalisasi air agar tak masuk dalam rekahan. Tujuannya, mencegah air menggerus dasar halaman sekolah.
Akan tetapi langkah tersebut hanya mampu mengurangi laju longsor talut. Kerusakan bangunan sekolah tetap terjadi. Sebab bagian dasar bangunan telah ambles sebagian.
Tak sampai situ, ruang guru ikut terancam. Lantaran, seperempat bangunan ruang guru berada dalam area tanah ambles. Alhasil, pihak sekolah melakukan evakuasi barang-barang inventarisir pendidikan.
"Untuk mencegah potensi kerawanan longsor, kami meminta siswa kelas satu dan dua untuk belajar di rumah," ungkapmya.
Potensi meluasnya longsor, membuat sekolah terpaksa menetapkan belajar di rumah bagi sebagian siswa. Sedangkan ruang guru, terpaksa menggunakan tenda dari BPBD Kulon Progo.
Pantauan di lapangan, didapati retakan struktur akibat pergeseran tanah. Bahkan area ruang guru mulai terkikis bagian dasarnya.
Tumpukan buku, yang semula tersimpan di ruang guru mulai dipindahkan ke area selasar kelas. Siswa yang sebelumnya belajar di kelas dengan meja dan kursi, terpaksa duduk di lantai.
Kekhawatiran terhadap kondisi bangunan diungkapkan siswa SDN Kokap Ramadania Alisa. Sebagai siswa dirinya mengaku khawatir dengan kondisi sekolahnya. Dia khawatir akan terjadi longsor saat hujan lebat selama belajar di sekolah. Terlebih kerusakan mulai terlihat di bagian UKS yang bangunnanya nyaris roboh. "Bangunannya menyedihkan, karena terkena longsor," ungkapnya. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova