KULON PROGO - Pagu dana desa (DD) tahun ini turun drastis. Rata-rata penerimaannya hanya sekitar Rp 300 juta. Hal ini berdampak pada hilangnya proyek fisik di kalurahan.
Lurah Karangwuni Anwar Musadad menggambarkan kondisi penurunan DD di kalurahannya. Penurunan DD 2026 mencapai 70 persen dibanding tahun lalu.
"2025 sekitar Rp 900 juta, sedangkan 2026 turun menjadi Rp 346 juta," ucapnya Rabu (7/1).
Sebab dengan DD di bawah Rp 400 juta, anggaran itu sudah tersita beberapa program prioritas. Di antaranya untuk operasional Posyandu dan pendidikan anak usia dini (PAUD). Kedua program itu, telah menyita anggaran Rp 170 juta untuk operasional serta honor.
Sedangkan, sisa dari anggaran akan dilakukan untuk program bantuan langsung tunai (BLT) serta ketahanan pangan. Akan tetapi, pihak kalurahan masih menunggu juknis penggunaan DD dari Pemkab Kulon Progo.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Kulon Progo Muhadi menyampaikan, pagu DD tahun ini hanya sekitar Rp 24 miliar. "Turun drastis apabila dibanding tahun sebelumnya," sebutnya.
Pihaknya berencana mengeluarkan juknis terbaru penggunaan DD 2026. Sebab, anggaran yang kecil diwajibkan harus dioptimalkan penggunaannya. Utamanya, ptioritas program yang dibiayai DD.
"Yang kemungkinan tetap ada, program Posyandu, PAUD, dan ketahanan pangan," ucapnya. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova