Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

KDMP Argomulyo, Bantul Targetkan 24 Kolam Sistem Bioflok Hasilkan Rp 100 Juta

Cintia Yuliani • Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:00 WIB

 

MULAI BEROPERASI: Wakil Ketua KDMP Argomulyo Munasir sedang melihat ikan nila di kolam ikan dengan sistem bioflok Senin (16/3).
MULAI BEROPERASI: Wakil Ketua KDMP Argomulyo Munasir sedang melihat ikan nila di kolam ikan dengan sistem bioflok Senin (16/3).

BANTUL - Dua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang mendapatkan bantuan budi daya ikan menggunakan sistem kolam bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2025. Yakni di Kalurahan Argomulyo dan Gadingsari.

Wakil Ketua KDMP Argomulyo Munasir mengatakan, budi daya ini baru beroperasi awal Februari. Rencananya ikan baru bisa dipanen tiga bulan mendatang.

Terdapat 24 kolam di atas lahan seluas 1.500 meter persegi. Dengan masing-masing kolam diisi 700 bibit ikan nila bangkok merah. Jenis ini dipilih karena peminatnya di Jogja tinggi. “Kemarin kita hitung pahitnya kalau panen bisa empat ton dengan harga Rp 25 ribu. Bisa sampai Rp 100 juta,” katanya Senin (16/3).

Nantinya, uang hasil penjualan ikan di KDMP akan masuk ke kas. Sehingga dapat digunakan untuk memutar modal dalam membudidayakan benih ikan selanjutnya.

“Kalau sudah satu siklus, nanti ada gurame, lele, atau koi, kalau sudah dimodifikasi kita atur pola tebarnya, sehingga panennya tidak serentak,” rincinya.

Untuk mendukung keberhasilan budi dayanya, pihaknya melakukan studi banding ke beberapa tempat untuk mempelajari cara budi daya ikan dengan media bioflok. “Kami juga punya dua karyawan yang mengurus bioflok ini, karena harus dijaga 24 jam,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul Istriyani menjelaskan, dua lokasi KDMP di Argomulyo dan Gadingsari terpilih karena teridentifikasi memiliki klasifikasi baku lapangan usaha indonesia (KBLI) usaha budi daya ikan dalam AD/ART di koperasinya.

Mereka mendapatkan bantuan bioflok sebesar kurang lebih Rp 600 juta berupa barang. Yakni kolam bulat berdiameter empat meter sebanyak 24 unit, benih ikan nila, pakan, obat-obatan, probiotik, bahan flock, peralatan budi daya, instalasi air, listrik, hingga atap kolam.

Ia berharap dengan adanya bantuan tersebut produksi perikanan budi daya dan minat masyarakat membudi dayakan ikan dapat meningkat. Serta diharapkan bisa menjadi tempat percontohan bisnis budi daya ikan. “Kalau tahun ini yang dapat bantuan bioflok masih dalam tahap pengusulan," bernya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#Bantul #Kolam Bioflok #Budi Daya Ikan #Koperasi Desa Merah Putih #KDMP