KULON PROGO - Ratusan calon jamaah haji (CJH) beserta keluarganya mendatangi Kantor Kementerian Agama Kulon Progo untuk mengumpulkan koper, Senin (20/4). Mayoritas koper berisi pakaian hingga makanan siap saji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kulon Progo Mulyono menjelaskan, pengumpulan koper dikhususkan ke CJH kloter 1. Kloter 1 yang berjumlah 354 orang yang sedianya diberangkatkan, Selasa (21/4).
Pengumpulan kloter terbagi beberapa sesi sesuai dengan rombongan. "Pengumpulan koper terbagi dalam sembilan rombongan," ucap Mulyono, saat ditemui Radar Jogja, Senin (20/4).
Koper CJH nantinya akan segera dikirim ke Yogyakarta International Airport (YIA). Proses administrasi dan pengecekan isi koper akan dilakukan oleh otoritas bandara dan petugas Kemenhaj. Di waktu yang berbeda, CJH akan memasuki asrama hotel, Selasa (21/4) pagi.
Selama di asrama, CJH akan dikarantina dan menjalani proses prapemberangkatan. Pada Selasa malam, jamaah haji akan diberangkatkan bersama koper yang terlebih dahulu masuk ke bandara. Skema ini, dilakukan untuk mempercepat proses pemberangkatan. "Paling banyak berisi pakaian, dan makanan siap saji," ungkapnya.
Mulyono menegaskan, tak ada barang berharga dalam koper yang dikumpulkan hari ini. Pasalnya, koper masuk di dalam bagasi yang tak bisa dibuka saat proses pemberangkatan. Jamaah haji sendiri memiliki dua koper ukuran besar dan kecil. Koper kecil dapat dibawa ke dalam kabin. Sehingga, barang berharga, pakaian siap pakai, hingga obat-obatan dapat diletakkan di dalam koper kecil.
Sedangkan, isi koper besar diarahkan untuk diisi pakaian serta makanan siap saji. CJH diperbolehkan untuk membawa makanan siap saji secukupnya. Misalnya, abon, kue kering, hingga camilan. Arahan ini dilakukan agar jamaah haji dapat menyesuaikan pola makanannya. "Di Arab Saudi CJH mungkin ada yang tidak cocok dengan makanan sana," ungkapnya.
CJH asal Temon Sri Jumarni mengungkapkan, telah mengumpulkan koper sesuai arahan dari kemenhaj. Padah ibadah haji, jamaah dibekali dua koper, satu ransel dan satu tas selempang. Penggunaan keempat perlengkapan ini juga telah diatur sebelum penerbangan.
Baca Juga: Keren! Emak-Emak Pembudidaya Ikan di Kulon Progo Belajar Ilmu Penyakit Ikan Langsung dari Dosen UGM
"Ranselnya sudah masuk koper besar, kalau di kabin hanya bawa koper kecil dan tas slempang," ungkapnya.
Sri menjelaskan, isi koper kebanyakan pakaian, dan makanan siap santap. Makanan siap santap berupa camilan dan kue kering sengaja dibawa olehnya. Mengingat untuk menjaga tubuh tetap fit diperlukan asupan yang cukup. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo