JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY segera menindaklanjuti terkait adanya perbedaan harga minyak merek MinyaKita di Kota Jogja. Operasi pasar akan segera dilakukan, khususnya di Pasar Kranggan.
"Khusus di Pasar Kranggan memang ada yang jual di atas HET karena kulakan sudah Rp 19.500, nanti diupayakan bisa dapat jatah operasi pasar MinyaKita," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yuna Pancawati saat dikonfirmasi Selasa (21/4).
Baca Juga: Harga MinyaKita di Pasar Kranggan Naik Jadi Rp 22 Ribu per Liter, tapi Aman di Pasar Beringharjo
Menurutnya, mayoritas harga MinyaKita di pasar rakyat wilayah DIY masih aman dan tidak melebihi harga ecer tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700. Dia pun akan berkoordinasi dengan dinas perdagangan di setiap kabupaten/kota agar para pedagang tidak menjualnya melebihi HET.
"Kami juga terus berkoordinasi dengan BUMN Pangan seperti Bulog dan RNI untuk penyaluran MinyaKita di pasar rakyat," bebernya.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyebut, telah mendapatkan laporan terkait droping MinyaKita dari Bulog DIY pekan ini. Misalnya di Pasar Pantauan Wates, Kulon Progo telah didroping 180 dus. Kemudian Pasar Prawirotaman, Jogja 675 dus.
Ada pula 570 dus di Pasar Imogiri, Bantul, serta Pasar Pantauan Sleman sebanyak 460 dus. "Itu salah satu cara untuk menjaga stok," ujarnya. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova