BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan memberlakukan kebijakan baru untuk pengangkutan sampah. Hanya sampah terpilah yang bakal diangkut petugas. Selama empat hari untuk sampah organik, dan dua hari khusus anorganik.
Langkah ini dilakukan agar pengolahan di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) bisa berjalan cepat. Serta untuk mengurangi timbulan bau tidak sedap karena sampah yang tercampur.
"Kalau sampah yang masih bercampur kita nggak ambil, maksudnya itu (untuk, Red) edukasi masyarakat," jelas Sekretaris Daerah Pemkab Bantul Agus Budiraharja di UPT KPP Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Senin (4/5).
Baca Juga: Kisah Pandawa : Sesaji Rajasuya, Bima Menumbangkan Prabu Jarasanda hingga Awal Konflik Besar Kurawa
Untuk jadwal pengambilan sampah organik, akan diambil pada Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat. Sedangkan sampah anorganik, diambil petugas pada Rabu dan Sabtu.
Langkah ini, lanjutnya, akan memudahkan petugas untuk memasukkan sampah ke mesin insinerator tanpa pemilahan. "Kadang sehari habis waktu dan energi hanya untuk pilah, proses TPST menjadi lama," sebutnya.
Sementara itu, Plt Kepala DLH Bantul Fenty Yusdayati mengatakan, kebijakan baru ini mulai berlaku Senin (4/5). Meski demikian, sosialisasi kepada masyarakat dan pedagang pasar telah dilakukan sebelumnya.
Baca Juga: KPPU dan JFTC Perkuat Sinergi: Menuju Otoritas Persaingan Berbasis Data di Era Digital
Nantinya, DLH Bantul akan mengevaluasi setiap satu minggu sekali terkait hasil pemilahan sampah organik dan anorganik. Jika masih tercampur sedikit, hal tersebut masih dimaklumi. Namun, jika tercampur banyak, armada pengangkut sampah akan dievaluasi. "Sopirnya kita evaluasi, karena tidak sesuai aturan," lanjutnya.
Target pengambilan sampah per hari, kata dia, mencapai 50 hingga 100 ton. Total terdapat 38 armada dan 114 petugas yang dikerahkan di 320 titik.
Sebanyak 90 persen sampah langsung diangkut ke TPST Dingkikan. Sedangkan sisanya ke beberapa tempat pengolahan sampah lain. "Target ini semoga bisa berjalan di lapangan, ada kendala kita atasi bersama," tandasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova