Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jadi Masalah Baru, Pemkab Kulon Progo Insturksikan Jangan Bagi Daging Kurban dengan Plastik

Anom Bagaskoro • Selasa, 5 Mei 2026 | 18:56 WIB

 

PATUT DICONTOH: Warga Kelurahan Cangkrep Lor RT 04/RW 06 Purworejo saat membagi hewan kurban ke besek yang sudah disediakan, Senin (17/6).JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA
PATUT DICONTOH: Warga Kelurahan Cangkrep Lor RT 04/RW 06 Purworejo saat membagi hewan kurban ke besek yang sudah disediakan, Senin (17/6).JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA

 

 

 

KULON PROGO - Melalui Surat Edaran Nomor 600.4.1/1166/2026 tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha Tanpa Plastik, Pemkab Kulon Progo menghimbau masyarakat agar mengurangi konsumsi sampah plastik untuk pembagian hewan kurban.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo Ade Wahyudiyanto menyampaikan, imbauan tersebut untuk memastikan, panitia atau masyarakat tak menggunakan plastik saat distribusi daging kurban.

"Intinya mengurangi timbulan sampah plastik, karena plastik menjadi biang masalah baru," ucap Ade, Selasa (5/5).

Baca Juga: Kantongi Izin Pemprov DIY Tak Serta-merta Berizin di OSS, DPMPTSP Gunungkidul: Perizinan Obelix Sanglen Baru di Tahap PKKPR

Ade menjelaskan, kebijakan Idul Adha tanpa plastik telah diperkenalkan di 2025. Kebijakan Idul Adha tanpa plastik bertujuan merubah mindset masyarakat. Lantaran, data DLH menunjukkan 30 persen timbulan sampah plastik di TPA Banyuroto.

Padahal sampah plastik tak mudah terurai, alhasil kuota penampungan TPA terus berkurang. Dari sisi lingkungan, sampah plastik yang terbuat dari minyak bumi mencemari ekosistem. Lantaran, kandungan plastik meliputi dioksin dan furan yang membahayakan lingkungan.

Selain berbahaya bagi lingkungan, penggunaan plastik untuk hewan kurban berpotensi memberikan dampak negatif bagi tubuh. Terutama plastik yang tidak dikhususkan untuk wadah daging atau makanan.

Baca Juga: Kantongi Izin Pemprov DIY Tak Serta-merta Berizin di OSS, DPMPTSP Gunungkidul: Perizinan Obelix Sanglen Baru di Tahap PKKPR

 Plastik wadah daging memiliki kandungan karsinogenik yang mempengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang. "Ini juga bertepatan dengan harga plastik yang naik, jadi masyarakat dapat mendukung kebijakan ini," ungkapnya.

Momen harga plastik yang merangkak naik, juga dijadikan pemantik agar masyarakat mulai beralih ke wadah yang ramah lingkungan. Ade mencontohkan, wadah daging kurban dapat menggunakan daun jati, daun kelapa, dekon, hingga besek.

Lantaran, bahan-bahan tersebut dapat terurai dan tak merusak lingkungan. Skema masyarakat membawa wadah sendiri turut menjadi alternatif lain.

Baca Juga: Kisah Kelahiran Kurawa dan Bima Bungkus: Asal-usul Perseteruan Abadi Dua Darah Barata

Sebelumnya, Pengurus Masjid Al Ikhlas Kopat Saleh Riyadi menyampaikan, masjid yang terletak di Padukuhan Kopat, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih telah menerapkan wadah daging kurban ramah lingkungan di tahun 2025 lalu.

 Wadah daging berupa dekon atau sarangan yang terbuat dari anyaman daun kelapa dan lapisan daun jati. "Sebenarnya tradisi yang coba kami lestarikan kembali," ungkapnya. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#DLH #plastik #daging kurban #TPA Banyuroto #KULON PROGO