Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Tunjukkan Ekspresi, Tolak Perundungan lewat Poster

Administrator • Rabu, 3 Mei 2023 | 17:17 WIB
KREATIF : Siswa SMP Negeri 5 Kebumen menunjukkan poster karya masing-masing dengan tema tolak perundungan. M HAFIED/RADAR KEBUMEN
KREATIF : Siswa SMP Negeri 5 Kebumen menunjukkan poster karya masing-masing dengan tema tolak perundungan. M HAFIED/RADAR KEBUMEN
KEBUMEN, Radar Kebumen - Para siswa SMP Negeri 5 Kebumen punya cara tersendiri dalam menciptakan lingkungan belajar bebas dari praktik perundungan. Mereka menolak keras aksi perundungan maupun kekerasan di kalangan siswa lewat poster.

Siswa dari kelas VII-IX kompak membuat poster berisi seruan penolakan terhadap segala bentuk perundungan. Masing-masing siswa diberi kebebasan berekspresi untuk menuangkan ide dan gagasan dengan mengusung tema tolak perundungan. Mereka membuat karya menggunakan media kertas dan spidol atau pensil warna. "Selain mengasah kreativitas, anak-anak kami ajak memahami apa itu perundungan dan bentuk ancaman," kata Kepala SMP Negeri 5 Kebumen Tjandra Agustina Dewanti, Selasa (2/5).

Tjandra mengatakan, karya poster tersebut merupakan penjabaran dari nilai-nilai dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Para siswa diajak berkampanye menolak kekerasan fisik maupun verbal. "Jadi agen perubahan, bagaimana anak-anak, guru dan orang tua menyadari bahwa tidak boleh lagi ada perundungan," lanjutnya.

Tjandra menyebut, selama tiga bulan terakhir siswa beserta orang tua diberi pemahaman tentang bahaya perundungan. Menurutnya, kolaborasi antara orang tua dan sekolah ini sangat penting. "Selain satuan pendidikan, peran keluarga cukup berpengaruh. Orang tua yang tahu persis kondisi anak begitu pulang dari sekolah," ujarnya.

Di lingkungan sekolah, kata dia, sosialisasi tentang bahaya perundungan sudah sering dilakukan dalam berbagai kesempatan. Seperti disampaikan saat pelaksanaan upacara. Kemudian ketika pembelajaran dalam kelas. "Kami juga buka layanan aduan. Lewat nomor telpon juga ruang bimbingan khusus. Rahasia laporan semua kami jamin," terangnya.

Seorang siswa Isyana Tika Pratiwi menyampaikan, partisipasi ikut membuat poster tolak perundungan merupakan pengalaman pertama. Dia sepakat bahwa perundungan sekolah harus dihilangkan. Siswa kelas VII ini mengaku perihatin masih ada praktik perundungan di sekolah dengan memanggil temannya dengan nama orang tua. "Biasanya teman manggil pakai nama orang tua. Buat candaan gitu. Kasihan yang dipanggil, jadi minder," ungkapnya. (fid/pra) Editor : Administrator
#SMP Negeri 5 Kebumen