RADAR PURWOREJO - MAN 2 Kebumen ikut ambil bagian pada ajang Mandalika Essay Competition (MEC) seri keempat. Dalam kompetisi tingkat nasional ini, pelajar dari MAN 2 Kebumen memilih limbah belimbing dan kotoran sapi sebagai bahan inovasi.
Ketua tim delegasi MAN 2 Kebumen M Fajar Nugroho menjelaskan, MAN 2 Kebumen akan menampilkan hasil penelitian tentang inovasi energi dengan tema 'Carambola and Bovine Feces Energy Innovation' atau CEBI. Inovasi ini hadir sebagai upaya mengurangi emisi gas rumah kaca serta berkontribusi dalam gerakan Indonesia zero emisi gas. "Dari persiapan kami buat portofolio. Sudah berisi hasil penelitian dan pembahasan serta kesimpulan. Semoga lolos seleksi, bisa sampai final," katanya kemarin (27/2).
Kompetisi nasional yang berlangsung 2-4 Maret 2024 ini merupakan wadah pemantik kreativitas generasi muda. Terutama dalam pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk Indonesia lebih maju. Dalam kompetisi ini MAN 2 Kebumen mengirim satu delegasi yang terdiri dari empat pelajar. Masing-masing merupakan pelajar kelas XI jurusan IPA.
Fajar menjelaskan, delegasi MAN 2 Kebumen menyodorkan sebuah inovasi energi terbarukan dari pemanfaatan kotoran sapi dan limbah belimbing untuk menghasilkan energi. Fajar bersama rekan melihat potensi peternakan sapi dan hasil pertanian belimbing di Kebumen cukup besar. Namun, sejauh ini kotoran atau limbah yang dihasilkan belum tergarap optimal.
Lebih lanjut, sebelum dibawa ke ajang kompetisi dia juga sudah melakukan pengamatan volume biogas selama enam hari. Hasilnya menunjukkan volume reaksi bilogis memiliki nilai cukup besar. Yakni 75:25 untuk perbandingan antara limbah belimbing dan fases sapi. "Coba kami amati, ternyata volume gas bisa sebanyak 12.5218 ma," ungkapnya.
Fajar menyebut, karakteristik biogas dari limbah belimbing dan kotoran sapi menghasilkan gas metana cukup tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil sebaran nyala api biru lebih dominan, ketimbang nyala api merah pada uji pembakaran biogas. Inovasi CEBI ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mewujudkan Indonesia bebas emisi pada 2050. "Kami yakin dari kualitas dihasilkan dapat mengurangi emisi karbon," sebutnya.
Kepala MAN 2 Kebumen Warsam menyampaikan, madrasah terus mendorong agar peserta didiknya mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. Menurut dia sudah saatnya kalangan madrasah berani berkompetisi dalam bidang akademik maupun nonakademik. "Sudah terbukti ya. Belum lama kami juara kontes robot di Malaysia. Rentetan kejuaran ini bukti bahwa anak madrasah mampu bersaing," ucapnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova