Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Biasanya Hanya 80 Kilogram, Pasca-pembagian Daging Kurban Nonstop Bisa Giling Daging hingga 1,5 Kuintal

Muhammad Hafied • Rabu, 19 Juni 2024 - 18:00 WIB
SERBA-SERBI KURBAN : Masyarakat ramai datang ke tempat penggilingan daging di kios Pasar Pagi Kebumen. Mereka datang membawa daging kurban untuk dijadikan bahan bakso. M Hafied/Radar Jogja
SERBA-SERBI KURBAN : Masyarakat ramai datang ke tempat penggilingan daging di kios Pasar Pagi Kebumen. Mereka datang membawa daging kurban untuk dijadikan bahan bakso. M Hafied/Radar Jogja



RADAR PURWOREJO - Momentum Idul Adha membawa rezeki tersendiri bagi jasa penggilingan daging. Seperti terlihat di kios kompleks penggilingan daging Pasar Pagi Kebumen, Selasa (18/6). Tampak sejumlah masyarakat rela antre panjang hanya untuk menggiling daging.


Pemilik penggilingan daging Amelia Desi Rohmawati, 30, mengaku, ada peningkatan omzet cukup signifikan pada H+1 Idul Adha. Jika hari biasa dirinya hanya menggiling 80 kilogram daging, namun kali ini mampu mencapai 1,5 kwintal daging. Kondisi ini tak lepas banyaknya masyarakat yang ingin mengolah daging kurban menjadi bahan bakso. "Dari pagi mesin giling nonstop. Ya itu, melayani orang mau halusin daging untuk bakso," katanya.


Amelia mengatakan, pasca-Idul Adha ini mayoritas yang datang bukan pelanggan seperti penjual bakso. Tapi masyarakat umum penerima daging kurban. Ia memprediksi, ramainya penggilingan daging akan berlangsung hingga sepekan pasca Idul Adha. "Stabil lagi biasanya seminggu habis lebaran," ujarnya.


Di kios penggilingan daging tersebut masyarakat terlihat datang hanya membawa daging. Adapun bumbu atau resep bahan bakso sudah tersedia komplet. Proses penggilingan terbilang cukup cepat, berkisar 5-10 menit untuk setiap satu kilogram daging. Selesai daging digiling masyarakat tinggal menerima berupa adonan bahan bakso. "Orang kesini terima beres. Di rumah tinggal buat ukuran bakso sesuai selera," kata Amelia.


Ia menyebut, biaya jasa penggilingan daging cukup bervariatif. Mulai dari Rp 25 ribu – Rp 35 ribu per kilogram. Tergantung kualitas dan campuran dari adonan bahan bakso. "Daging murni justru murah, karena tidak ada campuran tepung. Ada juga dicampur daging ayam. Sesuai selera permintaan saja," lanjutnya.


Salah satu warga Siti Aisyah, 53, mengatakan, daging sapi yang diterima saat Idul Adha sengaja digiling untuk dijadikan bakso. Hal ini bertujuan agar olahan daging kurban lebih bervariatif. Menurutnya, bakso dari daging kurban bisa menjadi pilihan alternatif menu makan selain sate atau rendang. "Lagi kepengin menu baru saja. Biasanya masak rendang. Orang tua pasti pantangan. Kalau bakso bisa buat semua umur," katanya. (fid/pra)

Editor : Satria Pradika
#Giling Daging #Idul Adha #daging kurban