KEBUMEN - Pasar Pagi Kebumen resmi beroperasi pada Selasa (4/2) pagi. Pasar yang dibangun menggunakan APBN senilai Rp 6 miliar ini mampu menampung sedikitnya 126 pedagang. Pasar di Jalan Soetoyo ini juga diproyeksi bakal menjadi pasar induk sayuran terbesar di Kebumen.
Adapun peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sekaligus pemotongan pita. Dalam prosesi tersebut hadir secara langsung Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Soffan Shofwan.
Di hari pertama pembukaan pasar, tampak para pedagang mulai menata barang dagangan. Mereka sesekali juga mulai menerima pembeli yang datang. Selain sayuran di ruko pasar tersebut juga menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga.
Iqbal Soffan selaku pejabat Kementerian Perdagangan bersyukur pembangunan Pasar Pagi Kebumen sesuai target rencana. Dia berharap hadirnya pasar representatif tersebut mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. "Pembangunan dua tahap. Pertama di tahun 2023 pakai skema perbantuan. Berikutnya dengan yang sama," ucapnya.
Baca Juga: Kiai Terbukti Cabuli Santrinya Dijatuhi 15 Tahun Penjara, Diberi Waktu Tujuh Hari untuk Pikir-Pikir
Iqbal mengatakan, pembangunan Pasar Pagi Kebumen atas hasil komunikasi intensif dengan pemerintah daerah. Dia meminta agar dinas terkait dapat mengelola dan merawat pasar tersebut secara optimal. "Ini harus dijadikan SNI pasar. PR ke depan itu pengelolaan dan perawatan. Tidak cuma infrastruktur bagus, tapi kebersihan harus diperhatikan," bebernya.
Dia juga mengajak agar pedagang maupun pembeli ikut menjaga kondisi pasar agar nyaman untuk beraktivitas. Iqbal menyebut, Kementerian Perdagangan sejak tahun 2015 telah menyelesaikan program revitalisasi pasar tradisional sebanyak 5.702 pasar di seluruh Indonesia. Termasuk sejumlah pasar di Kebumen.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan, banyak dinamika yang terjadi sebelum pedagang akhirnya bersedia relokasi. Pembangunan Pasar Pagi ini menurutnya menjadi harapan besar pemerintah daerah dalam memberikan tempat representatif bagi para pedagang sayur.
Dia memastikan, seluruh proses penempatan ruko atau lapak baru tidak ada pungutan. Semua dilakukan sesuai prosedur tanpa biaya alias gratis. "Namanya pembangunan itu bertahap, apalagi ini dana bukan APBD. Silahkan jualan. Pesan saya dijaga dengan baik," ungkapnya. (fid)