Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jantung Pisang: Emas Tersembunyi dari Kebun Tropis, Berikut Khasiat Kesehatan

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 15 Mei 2026 | 17:40 WIB
Jantung pisang dan beragam khasiat. (Pinterest)
Jantung pisang dan beragam khasiat. (Pinterest)

 

RADAR PURWOREJO - Memanfaatkan tanaman di sekitar rumah sebagai bahan memasak tentunya menjadi pilihan yang tepat.

Selain dapat menghemat budget, cara ini dinilai lebih praktis.

Dan jangan salah, sayuran yang sering kali dipandang sebelah mata, justru menjadi paket lengkap nutrisi yang berkelanjutan (sustainable).

Baca Juga: Tingkatkan Kewaspadaan, Astra Motor Yogyakarta Edukasi Prediksi Bahaya Bagi Siswa SMK Bhumi Phala Temanggung

Tren Super Food

Di tengah tren superfood dunia, masyarakat sering kali lupa pada kekayaan lokal yang ada di halaman rumah sendiri.

Salah satu yang paling menonjol adalah Jantung Pisang (banana blossom).

Bukan sekadar "bunga" yang gagal menjadi buah, jantung pisang adalah pembangkit energi nutrisi yang mulai diakui secara global sebagai pengganti daging nabati yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Asal-usul Sleman, dari Teori ‘Hutan Gajah’ Prasasti Canggal hingga Suleman

Akar Sejarah

Pisang memiliki sejarah panjang di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan, termasuk Indonesia.

Secara historis, tanaman pisang (Musa acuminata) diyakini berasal dari wilayah Indomalaya.

Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat tradisional tidak hanya memanen buahnya, tetapi memanfaatkan jantungnya sebagai bahan pangan pokok karena daya tahannya terhadap cuaca ekstrem.

Baca Juga: Dramatis! Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Satpam Bank di Solo Residivis Curanmor

Dari sisi lingkungan, jantung pisang adalah model pangan berkelanjutan.

Ia merupakan produk sampingan (by-product) yang sering terbuang jika tidak segera diolah. 

Dengan memanfaatkannya, kita mengurangi jejak limbah pangan pertanian sekaligus mendapatkan asupan protein nabati yang jejak karbonnya jauh lebih rendah dibandingkan daging sapi.

Baca Juga: Mayat Ditemukan Terkubur di Belakang Rumah Warga Andong Boyolali, Polisi Lakukan Otopsi

"Daging" Tanpa Lemak Jenuh

Seorang Pakar Gizi dr Aris Purwanto mengatakan bahwa jantung pisang adalah alternatif diet yang luar biasa.

"Jantung pisang memiliki tekstur berserat yang mirip dengan daging, namun dengan profil kalori yang sangat rendah dan bebas lemak jenuh. Ini adalah sumber serat pangan yang luar biasa untuk kesehatan mikrobiota usus," ujar beliau.

Dengan kandungan gizi (per 100g), Serat (3,2g - 5,7g)  dapat melancarkan pencernaan dan memberikan efek kenyang lebih lama.

Baca Juga: Diduga Korsleting dan Ada Tiupan Angin Pantai Ratusan Motor Karyawan Pabrik Ban Ludes Terbakar

Kandungan kalium (524 mg), menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung.

Antioksidan (Flavonoid) dapat menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan DNA.

Protein (1,2g - 1,6g), membantu metabolisme dan pemulihan jaringan.

Berikut adalah manfaat signifikan jantung pisang:

1. Mengelola Kadar Gula Darah dan Kolesterol

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal internasional PMC PubMed Central menunjukkan bahwa ekstrak jantung pisang dapat menurunkan kadar glukosa darah dan kolesterol total.

Kandungan serat larutnya membantu menghambat penyerapan lemak dan gula di usus.

Baca Juga: Geger 11 Bayi Ditemukan di Sleman, Disdukcapil Pastikan Semua Dapat Hak Identitas Resmi

2. Agen Anti-Penuaan dan Anti-Kanker

Menurut studi dalam Journal of Plant Science Research, jantung pisang kaya akan senyawa bioaktif seperti polifenol dan saponin.

Senyawa ini bersifat anti-inflamasi dan berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker.

3. Kesehatan Ginjal (Lokal)Studi di Indonesia yang diterbitkan dalam Jurnal Analis Kesehatan (2024) mengungkapkan bahwa aktivitas antioksidan dan kandungan kalium pada jantung pisang (khususnya varietas Kepok) berpotensi sebagai peluruh batu ginjal secara in vitro.

Baca Juga: Mirip Gejala DBD dan Leptospirosis, Tenaga Kesehatan Diminta Cermat Diagnosa Infeksi Hantavirus

4. Solusi Anemia dan Kesehatan Wanita

Jantung pisang mengandung zat besi yang membantu produksi hemoglobin.

Di banyak budaya, sayuran ini juga dikonsumsi untuk meningkatkan produksi ASI (galaktogog) karena kandungan fitosterolnya.

Rekomendasi Penyajian yang SehatSebagai ahli gizi, saya menyarankan untuk mengolah jantung pisang dengan cara blanching, yakni, merebus sebentar dalam air mendidih untuk menghilangkan getah (tannin berlebih) tanpa merusak vitaminnya.

Baca Juga: Kepala BNPB: Hampir Tidak Ada Wilayah di Indonesia yang Betul-Betul Aman dari Bencana

Hindari Santan Berlebih

Alih-alih gulai kental, cobalah menumisnya dengan bawang putih, cabai, dan sedikit minyak zaitun untuk menjaga profil rendah kalorinya.

Jantung pisang bukan sekadar makanan "ndeso".

Ini adalah solusi kesehatan modern yang menawarkan perlindungan jantung, pencernaan yang sehat, dan kontribusi nyata pada pelestarian lingkungan.

Apakah Anda memiliki varietas pisang tertentu di lingkungan Anda, atau ingin tahu resep spesifik yang paling sehat untuk mengolahnya?

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kebun tropis #kasiat kesehatan #sayuran #jantung pisang #gizi