RADAR JOGJA - Kangkung merupakan tanaman asal Benua Asia yang beriklim tropis, yakni China dan India.
Seiring waktu, negara-negara di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, hingga Myanmar mulai menanam sayur satu ini.
Tak ketinggalan juga negara-negara di Benua Afrika dan Australia turut menanamnya.
Fakta menariknya, pada tahun 2017 lalu sebanyak 710 ton bibit kangkung asal Indonesia dikirim ke Jepang.
Bahkan setahun kemudian, Indonesia mengekspor 140 ton bibit kangkung ke negara asalnya, China.
Di samping kandungan kangkung yang kaya akan nutrisi, kangkung dianggap sebagai sayuran yang membuat seseorang merasa ngantuk setelah memakannya.
Apakah ini fakta, atau hanya mitos belaka?
Klaim bahwa kangkung menyebabkan kantuk karena memiliki kandungan kalium yang tinggi seperti yang beredar adalah mitos.
Sebenarnya kandungan kalium pada kangkung tidak terlalu tinggi, sehingga dibutuhkan makanan tinggi kalium lainnya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Efek kantuk setelah mengkonsumsi kangkung bisa saja hanya sugesti.
Bisa juga karena makanan pendamping lain yang biasanya banyak mengandung karbohidrat atau indeks glikemik yang tinggi, terlebih jika sekali mengkonsumsinya dengan jumlah yang cukup banyak.
Dugaan lain kangkung dianggap sebagai sayuran yang bikin ngantuk karena terdapat kandungan triptofan, protein yang membantu tubuh memproduksi serotonin yang berfungsi untuk memperlambat kerja saraf otak.
Namun, ini masih belum pasti karena perlu penelitian lebih lanjut. Karenanya, kangkung bukanlah sayuran yang menyebabkan kantuk.
Tanda yang pasti penyebab kantuk adalah gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang tidur, di malam hari, dan konsumsi makanan terlalu banyak.
Selain itu, kebiasaan makan dengan porsi besar dan kurang bergerak, serta efek konsumsi obat atau penyakit kronis tertentu juga bisa menjadi penyebab kantuk. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)
Editor : Meitika Candra Lantiva