Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Kebumen Book Party, Konsisten Gugah Selera Baca Masyarakat

Muhammad Hafied • Senin, 26 Mei 2025 | 16:10 WIB

KUMPUL BARENG : Relawan Kebumen Book Party berkumpul setiap dua pekan di Pendopo Taman Kota Kebumen. (Dokumentasi Kebumen Book Party)

 

Kebumen Book Party, Konsisten Gugah Selera Baca Masyarakat
Kebumen Book Party, Konsisten Gugah Selera Baca Masyarakat

KEBUMEN - Bagi sebagian orang membaca buku mungkin dianggap tradisi usang. Tapi tidak bagi relawan literasi di Kebumen Book Party. Mereka terus mencoba menumbuhkan benih kecintaan masyarakat terhadap buku.

Sudah setahun terakhir Kebumen Book Party jungkir balik membumikan buku. Setiap dua pekan sekali, kominitas ini rutin berkumpul untuk membaca buku berjamaah. Mereka tak canggung membuka buku meski di tengah keramaian.

Baca Juga: Supaya Jadi Haji Mabrur, TPHD Kabupaten Magelang Diminta Utamakan Kondisi CJH

Langkah kecil ini juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat lain untuk tetap gemar membaca buku. “Sekarang banyak anak muda malu baca buku, ada anggapan norak dan kampungan. Dari keresahan ini kami mulai buat wadah,” ujar Ketua Kebumen Book Party GilangTri Prasetyo, Jumat (23/5).

Gilang dan rekan menilai membaca buku saat ini adalah sebuah pilihan. Dia tak memungkiri sudah banyak alternatif untuk upaya peningkatan literasi. Apalagi era teknologi seperti sekarang membawa kemudahan dengan hadirnya buku digital atau e-book.

Baca Juga: Khotmul Qur'an dan Imtihan Metode Ummi Angkatan IV Tahun 2025, Bentuk Pertanggungjawaban dan Uji Publik

Kendati begitu, menurut Gilang, manfaat membaca buku tidak tergantikan ketika beralih ke saluran literasi lain. Dari membaca buku, kata dia, secara tidak langsung akan mengasah kemampuan menganalisis, berpikir kritis dan bertindak konstruktif. Selain itu dapat memperkuat daya ingat dan memperluas kosa kata serta masih banyak manfaat lain.

Gilang mengungkapkan, komunitas ini terbilang seumur jagung karena baru dibentuk pada Agustus 2024. Namun dia tidak pesimis dengan misi peningkatan daya literasi. Sampai pada akhirnya Kebumen Book Party kini tercatat telah memiliki keanggotaan aktif 80 orang. “Kenapa tradisi baca buku harus tetap lestari, ya karena banyak manfaatnya,” kata dia.

Baca Juga: Orang Kehabisan Bekal di Jalan Bisa Memanfaatkan, Kota Magelang Punya umah SInggah

Di komunitas, kata Gilang, tidak hanya sekadar berjejaring tapi juga mendorong mereka untuk bertukar wawasan. Lebih dari itu lewat pertemuan rutin yang digelar dapat menjadi ajang diskusi dan saling menginspirasi. “Selepas baca buku, nanti kami saling bertukar info buku apa yang lagi dibaca, isi seperti apa. Saling rekomendasi, ternyata buku ini bagus, gitu sih,” jelasnya.

Berdasar hasil survei dan kajian data Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kebumen di tahun 2024 meraih skor 78,81.

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Perkuat Komitmen Sosial melalui Dukungan untuk Posyandu, Posbindu, dan Kesehatan Lansia

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Kebumen berada pada urutan puncak IPLM tertinggi alias terbaik di Jawa Tengah. Skor tersebut juga melampaui angka nasional, yakni 73,52.

Gilang pun cukup bersyukur dengan capaian itu. Namun bagi dia angka tersebut tidak begitu melegakan selagi masyarakat belum mantap membaca buku. “Mimpi kami budaya baca buku jangan sampai luntur. Di awali dari diri sendiri dulu,” pungkasnya (fid)

Editor : Heru Pratomo
#minat baca #Kebumen Book Party