Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pendaki Nekat Nyalakan Flare di Puncak Gunung Andong, Pengelola Basecamp Merasa Kecolongan

Adib Lazwar Irkhami • Sabtu, 4 Mei 2024 - 14:00 WIB
NEKAT: Beberapa pendaki menyalakan asap flare di Puncak Alap-Alap Gunung Andong pada Rabu (1/5). Sangat disayangkan karena bisa memicu terjadinya kebakaran.Instagram @andongviapendem 
NEKAT: Beberapa pendaki menyalakan asap flare di Puncak Alap-Alap Gunung Andong pada Rabu (1/5). Sangat disayangkan karena bisa memicu terjadinya kebakaran.Instagram @andongviapendem 

 

RADAR PURWOREJO- Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok pendaki menyalakan asap flare di Gunung Andong viral di media sosial. Tepatnya di Tugu Puncak Alap-Alap pada Rabu (1/5). Hal itu praktis mengganggu pendaki lain di sekitar lokasi. Padahal sudah ada imbauan untuk tidak membawa sesuatu yang berpotensi membahayakan pendaki lain.


Administratur (Adm) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara Maria Endah Ambarwati mengutarakan, perhutani bersama pengelola, polisi, TNI, serta masyarakat tengah melakukan penyelidikan terhadap kejadian ini. "Seharusnya dari pengelola memberikan peringatan atau larangan terhadap pendaki. Dari loket harusnya sudah diberikan sosialisasi," katanya kemarin (3/5).


Terlebih, lanjutnya, Gunung Andong pernah mengalami kebakaran. Sehingga pengelola perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang ditimbulkan oleh beberapa hal, termasuk asap flare. Beruntung, asap flare itu tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap Gunung Andong.


Namun, Maria menegaskan, penyalaan asap flare di gunung jelas berbahaya. Yang mana dapat memicu timbulnya percikan api dan nantinya dapat membesar. "Antisipasi (kebakaran) nanti kami sampaikan kepada pengelola. Mengingat sebentar lagi musim kemarau. Bukan hanya Gunung Andong, tapi juga gunung-gunung lain di wilayah Kedu," sebutnya.


Selama ini, lanjut Maria, pemeriksaan barang bawaan pendaki di basecamp dirasa belum terlalu detail. Hanya sebatas memberi imbauan barang yang boleh dan tidak boleh dibawa pendaki, serta kegiatan yang dilakukan di gunung. "Mulai dari tidak boleh membuang puntung rokok sembarangan, membawa minuman keras, dan sebagainya," tambahnya.


Sementara itu, Kapolsek Ngablak AKP Suhartoyo menuturkan, dia bersama sejumlah pihak telah menggelar pertemuan guna menindaklanjuti kejadian itu. Para pendaki menyalakan asap flare di Puncak Alap-Alap terdeteksi naik dari basecamp Gunung Andong via Pendem. "Pendaki yang menyalakan flare rata-rata masih remaja," jelasnya.


Sebetulnya penjaga warung yang berada di puncak gunung Andong sudah mengingatkan pendaki itu untuk tidak menyalakan flare apapun maksud dan tujuannya. Karena dapat membahayakan dan menganggu pendaki lainnya. Hanya saja, mereka tetap menyalakan asap flare dan video penyalaannya viral di media sosial.


Suhartoyo menambahkan, pengelola basecamp merasa kecolongan dengan adanya kejadian ini. Akibatnya membuat ketidaknyamanan semua pihak. Khususnya para pendaki. Apalagi penyalaan flare itu berpotensi menimbulkan hal yang tidak diinginkan, seperti kebakaran di puncak alap-alap.


Atas kejadian ini akan dilakukan tracing pendaki yang teregister di masing-masing loket basecamp. Mulai dari nomor ponsel dan alamat lengkapnya. Selain itu, membuat imbauan berupa banner berkaitan larangan membawa barang bawaan yang tidak diperbolehkan. "Termasuk melakukan razia dan selektif kepada pendaki," bebernya.


Pengelola juga diminta agar barang bawaan pendaki yang tidak boleh dibawa, dapat dititipkan di basecamp. Setelah turun, barulah barang itu boleh diambil lagi. "Harapannya para pengelola di masing-masing basecamp dapat meningkatkan pengawasan kepada para pendaki dan melakukan patroli bersama," tandasnya. (aya/laz)

Editor : Satria Pradika
#flare #Puncak Gunung Andong #media sosial #Kesatuan Pengelolaan Hutan #Gunung Andong #Basecamp #kph #puntung rokok #pendaki