Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Temukan Mortir Sisa Perang Kemerdekaan di Muntilan, Gegana: Mungkin Daerah Ini Pernah untuk Perang

Heru Pratomo • Kamis, 16 Mei 2024 | 14:00 WIB

 

EVAKUASI: Tim Gegana Brimob Polda Jateng saat mengevakuasi benda yang diduga mortir di sebuah gedung rongsok di Muntilan, Rabu (15/5). 
EVAKUASI: Tim Gegana Brimob Polda Jateng saat mengevakuasi benda yang diduga mortir di sebuah gedung rongsok di Muntilan, Rabu (15/5). 

 

RADAR PURWOREJO - Sebuah mortir yang ditemukan di gudang rongsok di Dusun Nglawisan, Tamanagung, Muntilan akhirnya dievakuasi. Mortir itu berukuran 20 inch dan masih aktif. Karena berkarat, polisi tidak bisa mengetahui jenis mortirnya. Tapi, diperkirakan sudah ada sejak zaman perang atau 1945.

Rombongan tim Jibom Gegana Satbrimobda Polda Jateng. itu tiba di lokasi sekotar pukul 10.36. Mereka segera menurunkan sejumlah peralatan khusus yang digunakan untuk evakuasi mortir tersebut. Lantas, masuk menuju depan pintu untuk mengambil mortirnya. 

Proses evakuasi terbilang singkat karena hanya memakan waktu sekitar dua menit. Kemudian, mortir itu diangkut dan dibawa menuju area disposal. Tepatnya bantaran Sungai Pabelan, Tamanagung, Muntilan. Mortir itu diledakkan tepat pukul 11.55. 

Dantim Jibom Gegana Satbrimobda Polda Jateng Iptu Slamet Soebagdjo mengaku tidak mengetahui persis jenis dari mortir tersebut. "Jari-jarinya sudah tidak ada. Kemungkinan (sudah ada) sejak 1945 atau sebelum kemerdekaan. Mungkin juga daerah sini pernah untuk perang," bebernya, Rabu (15/5).

NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
 

Dia memperkirakan, mortir itu jatuh tapi tidak sempurna. Jika dalam posisi yang semestinya, praktis akan meledak. "Mungkin yang harusnya jatuh dalam posisi (bagian runcing) nancap (ke bawah), tapi dia (mortir) jatuhnya telentang. Sehingga tidak ada pemicu (ledakan), tidak ada hentakan," imbuhnya. 

Soebagdjo menambahkan, mortir itu dimungkinkan sudah ada saat perang di Indonesia. Karena selama ini, kata dia, kebanyakan mortir digunakan saat zaman penjajahan. Terlebih, meski telah berkarat, tapi bagian dalamnya utuh sempurna.
Dia juga tidak mengetahui persis pabrik yang memproduksi mortir itu. "Karena mortir biasanya diproduksi di Inggris. Rusia ada ada, Amerika juga ada. Labelnya sudah tidak ada, sudah hilang," ujar dia. 

Sementara itu, Kapolsek Muntilan AKP Abdul Muthohir menuturkan, disposal mortir yang dilakukan berjalan lancar dan aman. Mengingat lokasi yang dipilih, jauh dari pemukiman guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Dia mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan benda yang berbahaya, bisa proaktif untuk melaporkan kepada polisi. "Sehingga bisa mengantisipasi untuk langkah-langkah pengamanan selanjutnya," ungkap dia. (aya/pra)

Editor : Satria Pradika
#Brimob Polda Jateng #kemerdekaan #Tamanagung #Muntilan #tim gegana #mortir sisa perang