RADAR PURWOREJO - Penyembelihan hewan kurban menggunakan mesin restraining box dinilai lebih mudah dan higienis. Sehingga banyak warga yang meminta bantuan rumah pemotongan hewan (RPH) Kota Magelang untuk menyembelih hewan kurban. Tak ada kekhawatiran sapi ucul saat akan dipotong.
Kepala Tata Usaha (TU) UPT RPH Kota Magelang Kushendarto Widhi Nugroho mengutarakan, restraining box digunakan untuk merebahkan sapi agar memudahkan proses penyembelihan. "Kami punya dua alat itu (restraining box). Pengadaan dari dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2019," kata dia di kantornya, Senin (17/6).
Sapi yang siap disembelih, digiring menuju mesin tersebut. Jika berhasil masuk, kepala dan kaki sapi ditali agar tidak semakin berontak. Begitu posisinya pas, bodi utama restraining box dapat dibuka. Setelah itu, sapi siap disembelih. Ada petugas yang menyembelihnya dan ada pula warga yang membacakan doa.
Widhi menuturkan, ada sejumlah kelebihan saat menyembelih hewan kurban menggunakan mesin restraining box. Selain memudahkan penyembelihan, dagingnya lebih bagus dan higienis. "Kalau (menyembelih) di bawah (tanah, Red), akan memberontak dan membuat memar," paparnya.
Hal itu, kata dia, dapat memengaruhi kualitas daging. Sementara penggunaan mesin restraining box, dapat mengurangi risiko memar pada sapi. Mesin itu dapat memuat sapi dengan berat hingga 500 kilogram (kg).
Adapun waktu yang dihabiskan untuk penyembelihan sapi dengan restraining box terbilang cukup singkat. Kurang dari 10 menit. Mulai dari memasukkan sapi ke dalam mesin hingga jagal selesai memotong kepalanya.
Namun, Widhi menambahkan, intensitas penyembelihan sapi saat Idul Adha lebih banyak dibanding hari biasa. "Tapi memang (restraining box) lebih sering dipakai saat Idul Adha. Kalau sehari-hari, ya manual. Biasanya kan dibuat bakso, katanya lebih bagus dipotong manual," imbuhnya.
Sementara itu, Pengurus Majelis Ta'lim 521 Cacaban Kota Magelang Bayu Swargadi mengaku sudah delapan tahun ini melakukan penyembelihan sapi di RPH Kota Magelang. "Lebih higienis dan sesuai ajaran agama karena memang ditangani oleh ahlinya," ungkap dia.
Tahun ini, Majelis Ta'lim 521 Cacaban menyembelih delapan ekor sapi. Lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya, yang berjumlah 12 ekor sapi. Begitu selesai disembelih dan dipotong-potong oleh RPH Kota Magelang, daging sapinya akan dibagikan kepada sahibul kurban serta warga setempat. (aya/pra)