RADAR PURWOREJO – Tiga ratus pemuda-pemudi Buddha dari lima negara di Candi Borobudur. Mereka mengikuti serangkaian kegiatan bernama Yobbana Dhamma Samaya - International Buddhist Sociopreneur 2024. Gelaran itu sebagai upaya pemerintah untuk memupuk dan merekatkan persaudaraan antarumat Buddha.
Dirjen Bimas Buddha, Kemenag RI Supriyadi mengutarakan, kegiatan ini diikuti 300 pemuda-pemudi Buddhis pada 12-15 Agustus. 270 di antaranya berasal dari organisasi kepemudaan Buddha Indonesia. Sisanya merupakan pemuda-pemudi dari empat negara. Seperti Korea Selatan, Jepang, Malaysia, dan Thailand.
Dia menjelaskan, Yobbana Dhamma Samaya berasal dari bahasa Pali. Yobbana berarti pemuda, Dhamma adalah ajaran Buddha, dan Samaya artinya bersama-sama. Sehingga diartikan sebagai kegiatan bersama para pemuda Buddha dalam upaya meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Buddha.
Utamanya melalui pelatihan dan pembelajaran spiritualitas, kemandirian, kewirausahaan, kepemimpinan, serta pengembangan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. "Para pemuda dilatih berbagai pengetahuan, keterampilan, mindfullness dan sikap keagamaan," ujarnya, Senin malam (12/8).
Supriyadi mengatakan, peserta memiliki kesempatan untuk menjalin persahabatan, saling berbagi pengalaman, meningkatkan keterampilan, dan wawasan dalam lingkup yang lebih luas. Hal ini penting dalam upaya menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Dengan mengusung tema Spiritual Entrepreneurship, gelaran ini diisi dengan berbagai kegiatan. Seperti pembelajaran tentang kewirausahaan, dharmayatra dan explore Candi Borobudur serta Mendut, sharing session Dhamma bersama biksu, hingga dimeriahkan oleh permainan tradisional dan membatik.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki menuturkan, Yobbana Dhamma Samaya menjadi sarana untuk memperluas jejaring komunikasi dan pergaulan antarpemuda Buddhis. "Apalagi hadir delegasi pemuda dari berbagai negara. Semoga kehadirannya dapat mengenal Indonesia lebih dekat," paparnya. (aya/pra)
Editor : Satria Pradika