Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Wujudkan Indonesia Yang Bernyawa, Kutip Pidato Soepomo, Harapan Ketum PP Muhammadiyah

Naila Nihayah • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 14:00 WIB

Ketua Umum PP Muhammdiyah Prof Haedar Nashir.NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
Ketua Umum PP Muhammdiyah Prof Haedar Nashir.NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
 

RADAR PURWOREJO - Indonesia telah berusia 79 tahun. Ada banyak doa dan harapan yang dilangitkan. Satu di antaranya datang dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir. Dia berharap agar bangsa Indonesia mengisi kemerdekaan dengan jiwa luhur, menjunjung tinggi kebenaran, kebaikan, kepatutan, moral etika, serta nilai-nilai lain.


Nilai-nilai tersebut, kata dia, akan membawa Indonesia maju dengan nyawa. "Kalau istilah Mr Soepomo ketika pidato (dalam sidang pertama) BPUPKI tahun 1945, Indonesia yang akan kita merdekakan, kata beliau, itu adalah Indonesia yang bernyawa. Bukan hanya Indonesia dengan fisik semata," paparnya saat groundbreaking gedung kuliah bersama di Kampus II Unimma, Jumat (16/8).


Itu berarti, lanjut Prof Haedar, kemajuan fisik, ekonomi, dan hal-hal yang bersifat infrastruktur merupakan capaian yang baik. Namun, ketika kemajuan itu tidak dibarengi dengan pemanfaatan nilai-nilai luhur yang hidup dalam Pancasila, agama, dan budaya, tentu akan porak-poranda. Karena manusia menjadi sentral dalam eksistensi sebuah bangsa.


Untuk itu, dia mengajak agar bangsa Indonesia mengingat hal-hal yang fundamental. "Oleh Bung Karno juga disebut sebagai pandangan hidup bangsa. Agar kita tidak salah arah, tidak salah kaprah dalam berbangsa dan bernegara," ujar Prof Haedar.


Menurutnya, merayakan kemerdekaan harus ada kegembiraan. Dia mencontohkan, banyak masyarakat yang merayakannya dengan menggelar berbagai kegiatan seperti tarik tambang dan lainnya. Namun, dia menggarisbawahi bahwasanya kegembiraan itu bukan dimaknai sebagai pesta pora yang membuat masyarakat lupa terhadap cita-cita luhur para pendiri Indonesia.


Dia mengingatkan, dulu setiap membebaskan diri dari penjajah,banyak nyawa dari para pejuang dan pendiri bangsa yang menjadi syuhada. Bahkan ada banyak pejuang yang tanpa nama dan tidak jadi pahlawan. “Kita yang sekarang ada, termasuk para elite negeri yang hidupnya sudah serba berkecukupan, mari manfaatkan anugerah Tuhan ini dengan menyejahterakan, memakmurkan rakyat, dan menciptakan keadilan sebaik-baiknya," tegasnya. (aya/pra)

Editor : Satria Pradika
#Unimma #kemerdekaan #haedar nashir #BPUPKI #ketum pp muhammadiyah