Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur Suguhkan Koleksi Barang Tradisional

Naila Nihayah • Jumat, 27 Desember 2024 | 16:10 WIB

 

   HISTORIS: Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur resmi dibuka dan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, Kamis (26/12).
  HISTORIS: Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur resmi dibuka dan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, Kamis (26/12).
 

 

MUNGKID - Pemerintah Desa (Pemdes) Karangrejo berkolaborasi dengan seniman untuk mendirikan Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur. Di museum tersebut, terdapat sejumlah koleksi barang. Terutama berkaitan dengan perkembangan Indonesia sejak zaman penjajahan hingga awal kemerdekaan.

Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur itu terletak di Balkondes Karangrejo. Tidak seperti museum pada umumnya, bangunan yang digunakan justru bernuansa tradisional.

Total ada tiga rumah di museum itu, yakni joglo, limasan, dan tradisional. Masing-masing memiliki kolaksi barang yang bernilai historis, termasuk lukisan. Seolah ingin mengajak masyarakat untuk bernostalgia.

Pengelola Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur Umar Chusaeni menyampaikan, museum itu dirancang dengan sesederhana mungkin supaya nilai historisnya tetap terjaga. "Ada lukisan, keris, tombak, perlengkapan tani, bahkan ada rumah tradisional zaman dahulu," ujarnya usai soft opening, Kamis (26/12).

Umar mengatakan, dengan koleksi barang yang dimiliki, praktis dapat memberi pengalaman dan pengetahuan bagi masyarakat. Terutama untuk generasi muda. Menurutnya, peradaban di desa dengan segala daya tariknya, perlu dilestarikan.

"Kami ingin generasi muda tidak buta dan tidak lupa dengan nenek moyangnya yang penuh dengan kesederhanaan serta kreatifitas yang tinggi," lontarnya.

Umar menambahkan, untuk masuk ke museum ada tarif yang dikenakan, yakni Rp 20 ribu per orang. Ke depan, museum ini bakal terus dikembangkan. Sebab nantinya, dia memiliki rancangan untuk membuat sumur tradisional, perlengkapan tani, dan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan di pedesaan.

Kepala Desa Karangrejo M Hely Rofikun mengutarakan, di era modern ini perlu ada stimulan yang mengingatkan kembali kehidupan pedesaan zaman dahulu. "Kalau tidak dikenalkan barang-barang dan cara bekerja masyarakat zaman dahulu, takutnya mereka lupa terhadap sejarah desa seperti apa," lontarnya.

Dia berharap, keberadaan Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur ini menjadi wahana dan daya tarik baru bagi masyarakat. Dengan begitu, Desa Karangrejo akan semakin dikenal dan dikunjungi. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#museum desa #historis #Balkondes #Karangrejo #galeri seni #PEMDES #Magelang #Borobudur #seniman #indonesia