Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Sambut Tri Suci Waisak, Kemenag Sebulan Baca Paritta hingga Tanam Pohon Matoa

Naila Nihayah • Sabtu, 10 Mei 2025 - 16:10 WIB

 

 

Umat Buddha berdoa jelang Waisak
Umat Buddha berdoa jelang Waisak
 

MUNGKID - Kementerian Agama (Kemenag) turut ambil bagian dalam menyambut Tri Suci Waisak 2569 BE/2025. Selain menggelar kegiatan keagamaan, Kemenag juga gencar melakukan gerakan sosial hingga ekoteologi, mulai 11 April hingga 12 Mei 2025.

 

Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha, Kemenag RI Supriyadi mengatakan, selain menyambut Waisak, sejumlah kegiatan itu di antaranya internalisasi Dhamma dengan nama Vesakha Sananda 2569 BE/2025.  "Kami di antaranya menggelar sebulan pendalaman Dhamma, ekoteologi, hingga bakti sosial sejak 11 April 2025," kata Supriyadi, Jumat (9/5).

 Baca Juga: Sopir Truk Maut di Kalijambe, Purworejo Hembuskan Napas Terakhir di RSUP Sardjito Jogja

Supriyadi menjelaskan, kegiatan sebulan pendalaman Dhamma berupa pembacaan paritta di vihara, cetiya, dan kampus. Lalu, pembacaan Dhammapada, gerakan Vikāla Bhojana, Atthasila di hari Uposatha, dan Dhamma Talk. 

 

Untuk kegiatan ekoteologi, Kemenag telah melakukan penanaman pohon matoa atau pohon kesadaran, pohon bodhi (ficus religiosa), dan pohon sala (shorea robusta). Penanaman pohon ini, kata dia, juga menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Nomor 182 Tahun 2025 tentang Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa.

 

"Selain penanaman pohon, kami juga menggencarkan gerakan eco enzyme, pemilahan sampah, serta penanaman apotek hidup di lingkungan rumah ibadah dan kampus," jelasnya.

 Baca Juga: Respon terhadap Lakajol, Jasa Raharja Berikan Santunan kepada Sebelas Ahli Waris Korban Kecelakaan Kalijambe, Purworejo

Sementara itu, untuk kegiatan sosial, lanjut Supriyadi, yaitu membersihkan rumah ibadah agama Buddha hingga donor darah atau pengobatan gratis yang digelar secara serentak 30 April 2025.

 

Supriyadi menjelaskan, gerakan-gerakan tersebut dilakukan untuk memberikan pedoman pelaksanaan kegiatan keagamaan menyambut Tri Suci Waisak. Selain itu, juga mendorong keterlibatan aktif seluruh komponen umat Buddha dalam memperkuat nilai-nilai Dhamma.

 

Harapannya, kata dia, gerakan ini bisa meningkatkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial umat Buddha. Selain itu juga mewujudkan semangat keberagamaan yang damai dan berwawasan lingkungan. (aya/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Kemenag #pohon matoa #Supriyadi #Tri Suci Waisak