MAGELANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang resmi meluncurkan layanan puskesmas pagi-sore, sebagai bagian dari program unggulan 'Magelang Peduli'. Program ini merupakan inovasi Pemkot Magelang dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, layanan tersebut memperluas jam operasional puskesmas hingga sore hari. Sehingga warga yang bekerja di pagi hari tetap dapat mengakses layanan kesehatan.
Selain itu, pemkot juga meluncurkan layanan homecare pusling yang dirancang untuk memberikan perawatan kesehatan langsung ke rumah warga. Terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, dan pasien dengan keterbatasan mobilitas.
Baca Juga: InJourney Bantu Renovasi Perpustakaan SD Muhammadiyah Borobudur, Ini Alasannya
Seperti pasien pascastroke yang memerlukan pendampingan rehabilitatif. Menurutnya, program-program itu hadir bukan sekadar memperluas akses. "Tapi juga untuk menegaskan bahwa pelayanan publik harus adaptif, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," terangnya.
Sebagai kota jasa, lanjut Damar, Pemkot Magekang terus berupaya memperkuat sistem pelayanan publik, tak terkecuali di sektor kesehatan. Damar berharap, tidak ada lagi warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan dasar.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso menambahkan, program ini dijalankan di lima puskesmas. Yaitu Puskesmas Magelang Utara, Magelang Tengah, Magelang Selatan, Kerkopan, dan Jurangombo.
Baca Juga: Pasar Besole Tak Semenarik Alun-Alun Wonosari, PKL Menolak Direlokasi tapi Ingin Ditata
Khusus untuk Puskesmas Magelang Utara, Tengah, dan Selatan, layanan diperpanjang hingga pukul 20.00. Sehingga memberikan fleksibilitas bagi warga untuk mengakses layanan. "Dengan sumber daya manusia yang penuh komitmen dan dedikasi, kami siap melayani sepenuh hati dari pagi sampai petang," ujar dokter spesialis saraf ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Istikomah mengutarakan, untuk program layanan homecare pusling, cukup menghubungi nomor layanan puskesmas. Kemudian, tim homecare akan datang langsung ke rumah pasien.
Baca Juga: Diawali Membca Paritta, Mantra, dan Sutra, Ribuan Umat Buddha Ikut Kirab Waisa ke Candi Borobudur
Layanan ini, lanjut dia, diutamakan bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya. Harapannya dapat mendukung upaya pemerataan layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Jenis pelayanan meliputi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, serta kunjungan keliling ke lokasi seperti pasar, rumah susun, dan komunitas pekerja informal.
"Program ini dijalankan secara kolaboratif dengan kader kesehatan dan tenaga non-medis sebagai pendamping mobilisasi di lapangan," ujarnya. (aya)