Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Desa Pandean Kembangkan Biogas dari Limbah Ternak Jadi Percontohan Energi Mandiri Berbasis Desa

Naila Nihayah • Rabu, 25 Juni 2025 | 00:46 WIB

 

Bupati Magelang mengikuti puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di terminal wisata Telomoyo, Desa Pandean, Ngablak, Senin (23/6).
Bupati Magelang mengikuti puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di terminal wisata Telomoyo, Desa Pandean, Ngablak, Senin (23/6).

MUNGKID – Desa Pandean, Ngablak mengembangkan energi alternatif berbasis limbah ternak. Melalui pemanfaatan kotoran sapi, warga membangun unit biogas yang kini telah digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Program ini tidak muncul tiba-tiba. Menurut Sekretaris Desa Pandean Purnomo, pengembangan biogas berawal dari pelatihan pembuatan biodigester yang difasilitasi oleh dinas lingkungan hidup (DLH).

Kemudian, warga Pandean berkolaborasi dengan desa tetangga seperti Jogoyasan dan Madyogondo untuk belajar langsung dari pelatihan tersebut. "Ini bukan sistem terima jadi, tapi pelatihan agar warga tahu cara membuatnya," ujarnya di terminal wisata Telomoyo, Senin (23/6).

Dari situ lah, warga mulai membangun satu unit biodigester berkapasitas 10 meter kubik dan sudah dimanfaatkan oleh tujuh kepala keluarga. Unit biogas ini mulai beroperasi sejak awal Mei dan sudah menunjukkan hasil nyata.

Dengan volume 4 meter kubik, kata dia, satu unit bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas satu rumah tangga. Sementara jumlah warga yang memelihara sapi di Pandean mencapai 60 kepala keluarga. Itu artinya, peluang untuk memperluas program ini masih sangat terbuka.

Dia berharap, ke depan Desa Pandean bisa menjadi titik awal pengembangan biogas desa berbasis peternakan. "Kami juga siap berkolaborasi kembali dengan DLH untuk pengembangan lebih lanjut," kata Purnomo.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Kemenko PMK Abdul Haris menyebut, program biogas ini sebagai model desa mandiri yang harus direplikasi secara nasional. "Kami sudah memotret praktik di Desa Pandean ini," paparnya.

Nanti, lanjut dia, Desa Pandean dapat menjadi contoh untuk desa-desa lain di Indonesia. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Desa Pandean sejalan dengan program nasional dalam membangun desa berbasis pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

Dia juga berharap, inovasi ini bisa diperluas ke seluruh desa di Kecamatan Ngablak dan kabupaten lainnya. "Ini selaras dengan kebijakan pusat untuk memperkuat peran desa dalam pengelolaan energi dan lingkungan," lontarnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Desa Pandean bukan semata persoalan teknologi ramah lingkungan, tetapi juga simbol kemandirian energi dan pemberdayaan berbasis lokal. Dengan modal kotoran ternak yang sebelumnya tak termanfaatkan, kini warga bisa memasak tanpa harus membeli gas elpiji.

Jika dikembangkan dengan baik, kata Haris, tidak hanya energi rumah tangga yang terpenuhi. Melainkan bisa mendorong usaha mikro, industri pengolahan limbah, hingga pariwisata edukatif berbasis energi alternatif.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengapresiasi langkah warga Desa Pandean untuk memanfaatkan limbah ternak menjadi biogas. Hal itu selaras dengan upaya pemkab untuk menyelesaikan persoalan sampah, baik organik maupun anorganik di tingkat desa.

Menurutnya, ketika sampah dikelola secara akumulatif di luar desa, hanya segelintir orang yang menikmatinya. Termasuk limbah ternak tersebut. "Tapi kalau selesai di desa, value-nya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat," ujar Grengseng. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#ngablak #DLH #wisata #Biodigester #Telomoyo #Magelang #Desa Pandean