MAGELANG - Arus lalu lintas di wilayah Kota Megelang pada Rabu (25/3) atau hari keempat pascalebaran 2026 mengalami peningkatan signifikan. Dinas perhubungan (Dishub) mencatat lonjakan volume kendaraan mencapai 110.594 unit dalam 24 jam, naik sekitar 17 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Kepala Dishub Kota Magelang Makhmud Yunus menjelaskan, peningkatan tersebut terpantau melalui sistem Automatic Traffic Control System (ATCS) yang memonitor arus kendaraan secara real time di sejumlah titik strategis.
"Jika dibandingkan Selasa (24/3), terjadi kenaikan sekitar 19.212 kendaraan," paparnya, Kamis (26/3).
Berdasarkan data ATCS hingga pukul 17.00, arus kendaraan paling tinggi tercatat di jalur lingkar luar kota. Beberapa simpang dengan volume kendaraan tertinggi, seperti Simpang Artos sebanyak 61.982 kendaraan per hari.
Kemudian, Simpang Kebonpolo dilewati 56.661 kendaraan per hari dan Simpang Canguk ada 55.728 kendaraan per hari. Ketiga titik tersebut menjadi jalur utama kendaraan keluar-masuk Kota Magelang, terutama bagi pemudik yang melanjutkan perjalanan ke luar daerah.
Di kawasan lingkar dalam kota, arus kendaraan juga terpantau cukup tinggi, meski tidak sebesar jalur luar. Volume kendaraan tercatat di antaranya, Simpang Gotong Royong dilintasi 44.111 kendaraan per hari. Lalu, Simpang Bayeman 44.827 kendaraan per hari dan Simpang Kodim 42.223 kendaraan per hari.
Kepadatan di dalam kota, lanjut Yunus, dipicu oleh aktivitas masyarakat yang masih memanfaatkan libur Lebaran untuk berkunjung ke pusat perbelanjaan dan ruang publik.
Selain itu, kata dia, kawasan pusat kota juga berpotensi mengalami kemacetan, terutama di sepanjang Jalan Pemuda (Pecinan) serta area sekitar alun-alun. "Pergerakan masyarakat masih tinggi, baik untuk arus balik maupun aktivitas wisata dan belanja," kata Yunus.
Menghadapi potensi peningkatan arus lalu lintas, dia mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari jam padat, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan. Optimalisasi ATCS juga terus dilakukan untuk membantu pengaturan lalu lintas secara dinamis, terutama di titik-titik rawan kemacetan. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo