RADAR PURWOREJO - Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Riau mengumumkan kematian seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) bernama Rahman.
Gajah berusia 46 tahun ini ditemukan mati di kawasan camp Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau pada Rabu (10/1) tepatnya 15.55 WIB.
Dari investigasi tim TNTN Riau, kematian disebabkan oleh perburuan gading Gajah Sumatera.
Diduga kuat penyebab kematian adalah racun yang diberikan oleh sosok tak bertanggungjawab.
Sosok Gajah Rahman berpangkat Kapten dalam Tim Elephants Flying Squad dan bertugas menggiring gajah liar agar tidak masuk wilayah pemukiman.
Dirangkum dari TNTN Riau, berikut adalah profil Gajah Kapten Rahman dan kronologi kematiannya:
Gajah Rahmah berjenis kelamin jantan, saat ini berumur kurang lebih 46 tahun.
Kronologi kejadian berawal pada Rabu tanggal 10 Januari 2024 sekitar pukul 08.30 WIB.
Mahout atau pawang dari Gajah Rahman bernama Jumadi hendak menjemput gajah Rahman dari dalam kawasan hutan untuk melakukan rutinitas harian.
Saat Jumadi memanggil dan hendak memberikan makanan, rahman tidak memberikan respon seperti biasa.
Setelah dilihat lebih dekat, gajah Rahman sudah dalam kondisi tergeletak lemas dengan gading sebelah kiri yang sudah terpotong dan hilang.
Jumadi segera melaporkan kondisi gajah Rahman ke koordinator Mahout dan diteruskan ke Kepala SPTN Wilayah I LKB, Bapak Didin Hartoyo, S.Hut, M.Han. kepala SPTN dan petugas dilapangan berkoordinasi dengan dokter hewan BBKSDA Riau untuk penanganan awal gajah Rahman.
Kemudian tim flying squad Taman Nasional Tesso Nilo segera memberikan pertolongan dipandu oleh Dokter Hewan dari tim medis BBKSDA Riau, sementara tim medis dari BBKSDA Riau bergerak ke lokasi dari Pekanbaru.
Kepala SPTN Wilayah I LKB juga berkoordinasi dan melaporkan kejadian tersebut ke POLSEK Ukui untuk olah TKP awal dan pengambilan keterangan.
Telah dilakukan berbagai upaya penyelamatan seperti memberikan obat pencahar (norit) melalui mulut menggunakan selang, memberikan susu melalui mulut dengan menggunakan selang, mencuci anus, dan memberikan asupan berupa gula cair melalui mulut dengan selang, berdasarkan panduan dan rekomendasi dari dokter hewan BBKSDA Riau.
Gajah Rahman tidak tertolong dan dinyatakan mati pukul 15.55 WIB di hari yang sama.
Hasil Penyelidikan
Setelah terkonfirmasi mati, Gajah Rahman langsung dilakukan tindakan nekropsi atau pembedahan oleh Tim medis dengan hasil satu buah gading sebelah kiri sudah hilang, dipotong dengan menggunakan benda tajam sampai ke pangkal gading, dan pada organ-organ pencernaan dan organ dalam berwarna pucat serta ditemukan sisa buah pepaya dan serpihan serbuk berwarna hitam yang diduga racun.
Hasil diagnosa Dokter hewan dan tim medis penyebab kematian gajah Rahman diduga karena keracunan.
Kegiatan nekropsi dilakukan sampai dengan pukul 02.00 WIB, Kamis tanggal 11 Januari 2024.
Tubuh Gajah Rahman Saat ini telah dikuburkan, dan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan oleh tim Kepolisian.
Profil
Gajah Rahman merupakan seekor Gajah Sumatera yang ditemukan di Pulau Gadang pada tahun 1995.
Gajah Rahman dibawa ke Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo untuk dilatih sebagai garda terdepan memitigasi konflik satwa di Taman Nasional Tesso Nilo.
Kematian Gajah Rahman menjadi pukulan berat dan kesedihan mendalam bagi Taman Nasional Tesso Nilo.
Dengan kematian Gajah Rahman, saat ini jumlah gajah binaan Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo berkurang satu menjadi 9 ekor.
Editor : Satria Pradika