RADAR PURWOREJO - Saat hari raya idul fitri dan idul adha yang mana masyarakat ingin melakukan sholat ied selalu memadati gereja katedral yang terletak di seberang masjid Istiqlal Jakarta.
Memang terlihat sangat jarang sekali di berbagai negara yang seperti Indonesia ini yang mana selalu akur dan saling tolong menolong saat hari raya atau hari besar tiba.
Masyarakat yang menganut agama kristen atau katolik juga tidak mempermasalahkan jika masyarakat yang menganut agama Islam ingin memadati gereja tersebut, yang mana memang full di area masjid karena keinginan untuk melaksanakan sholat id.
Baca Juga: Apakah Takbir di Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha Mempunyai Perbedaan? Umat Muslim Harus Tahu
Terlihat para petugas keamanan disekitar gereja katedral sigap untuk bertugas dan membantu mengarahkan para pengendara motor atau mobil yang ingin melaksanakan sholat ied dimasjid Istiqlal Jakarta.
Hal ini sering dilakukan pada saat menjelang hari raya agar masyarakat tidak memakirkan motor atau mobilnya di tempat sembarangan yang nantinya akan mengakibatkan kegaduhan, maka dari itu para petugas memberi arahan kepada masyarakat yang mengenakan motor atau mobil untuk parkir di tempat parkirnya, tampak dari petugas keamanan yang telah memberi jalan dari arah kejauhan karena memang sudah terlihat jelas jika ada masyarakat yang hendak melaksanakan sholat id.
Baca Juga: Jalan ke Nepal Van Java Menanjak dan Rusak, Bakal Diperbaikai Tahun Ini, Masih dalam Proses Lelang
Terlihat dari sebuah videotron yang terlihat kecil disamping gedung utama gereja katedral, masyarakat yang memeluk agama non muslim itu juga beramai ramai memberikan ucapan selamat hari raya idul adha 1445 hijriah yang memang diperuntukkan masyarakat muslim.
Dengan adanya hal tersebut, dentuman suara takbir terus berkumandang dari waktu subuh hingga selesainya hari raya idul adha, Ma'ruf Amin yang merupakan salah satu wakil presiden republik Indonesia juga ikut melaksanakan sholat idul adha dimasjid Istiqlal Jakarta tepatnya dini hari bersama dengan rekan - rekan kerjanya.
Editor : Heru Pratomo