Komandan Rayon Militer (Danramil) 20/Pante Bidari, Muhammad Irwan, mengatakan saat ini kondisi sudah memasuki tahap pemulihan, salah satunya ditandai dengan dimulainya pembangunan hunian sementara (huntara).
“Sekarang kan sudah masuk tingkat pemulihan, seperti pembangunan huntara,” dilansir Antara, Senin, 23 Februari 2026.
Muhammad Irwan menyampaikan bahwa akses jalan menuju Desa Sahraja yang sebelumnya tertutup lumpur kini telah kembali terbuka.
Ia menjelaskan, pembersihan material lumpur menjadi salah satu langkah yang sejak awal dilakukan TNI pasca banjir melanda wilayah tersebut.
Ia menambahkan, pembangunan hunian sementara (huntara) untuk Desa Sahraja ditargetkan rampung pada Idulfitri atau sekitar Maret 2026, dengan jumlah unit yang direncanakan mencapai sekitar 1.500 unit.
Muhammad Irwan menjelaskan progres pembangunan hunian sementara (huntara) di wilayah terdampak banjir. Ia memastikan hingga saat ini belum ada kendala berarti dan proses pembangunan telah dimulai.
“Kendalanya sejauh ini belum ada. Sudah mulai pembangunan,” ucap Irwan.
Sejumlah lahan di Desa Sahraja telah diratakan dan disiapkan untuk pembangunan hunian sementara (huntara), berdasarkan pantauan ANTARA, Desa Sahraja menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang yang melanda Aceh pada November lalu.
Penulis : Lutfiyah Salsabil
Editor : Bahana.