BANDUNG BARAT – Video detik-detik bencana tanah longsor di area proyek PLTA Upper Cisokan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), viral di media sosial. Rekaman amatir tersebut memperlihatkan momen saat material tanah dan bebatuan besar runtuh dari perbukitan dan menghantam area proyek.
Dalam video yang beredar, terdengar suara gemuruh keras ketika longsoran material menerjang akses terowongan proyek. Area kerja yang biasanya dipenuhi aktivitas konstruksi mendadak tertutup material dalam hitungan detik, menciptakan suasana mencekam.
Camat Rongga, Asep Badrup Muin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut longsor terjadi pada Jumat (1/5) sekitar pukul 14.00 WIB, setelah wilayah itu diguyur hujan deras.
"Kejadian longsornya tadi siang sekitar jam 14.00 WIB. Sebelumnya memang ada hujan cukup besar sehingga diduga memicu kejadian longsor," ujarnya dikutip JawaPos.com dari Radar Bandung (JawaPos Group), Sabtu (2/5).
Meski terlihat mengerikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat longsor terjadi, aktivitas proyek sedang dihentikan sementara sehingga tidak ada pekerja di lokasi.
"Sudah kami pastikan tidak ada korban dalam peristiwa itu. Karena kebetulan hari ini memang hari libur proyek," tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, titik longsor berada di Pasir Bukit Datar, Kampung Cimarel, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga. Longsoran berdampak langsung pada infrastruktur vital proyek, khususnya area terowongan.
"Titik longsornya di area proyek tunnel. Area CTY atau TTO Tailrace Tunnel Outlet. Sekarang masih proses asesmen. Nanti lebih lengkapnya ditunggu ya," terangnya.
Hingga saat ini, tim terkait masih melakukan pemantauan intensif di lokasi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah Bandung Barat masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Editor : Jihad Rokhadi