Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Language Fair supaya Siswa SD Alam Indonesia Kenal Budaya Sendiri dan Berbagai Negara Lain

Luthfasari Ardani • Selasa, 27 Februari 2024 | 20:10 WIB
Menerapkan bahasa asing tentunya tidak mudah dan semua orang belum bisa mempelajarinya. 
Menerapkan bahasa asing tentunya tidak mudah dan semua orang belum bisa mempelajarinya. 

RADAR PURWOREJO – Sekolah dasar alam Indonesia atau disingkat SAI empunyai keunikan tersendiri. Jajaran para guru dan kepala sekolah telah menyetujui bahkan mengajak murid-muridnya untuk ikut turun serta aktif dalam mengikuti beberapa.

Salah satu kegiatan tersebut adalah mereka mengikuti gelar language fair pada tahun 2024 dengan tema memperkenalkan kebudayaan dari negara lain.

Terletak didaerah Cipedak Jakarta Selatan, sekolah alam Indonesia ( SAI ) mengikuti rangkaian acara tersebut yang dibentuk program kerjasama oleh Universitas Indonesia. Tepatnya di fakultas ilmu budaya atau ( FIB UI ). Digelarnya acara ini bertujuan untuk mengajarkan kearifan seni, budaya, bahasa, hingga melanjutkan sistem keberlanjutan di lingkungannya dari berbagai macam negara didunia.

Dalam kesempatan tersebut, ketua panitia ini menjelaskan, kegiatan language fair ini menjadi salah satu ajang kebanggan untuk peserta maupun panitia yang sedang bertugas, salah satunya dengan pembelajaran bahasa asing tentunya akan mengajarkan ke kreatifitas seorang pelajar untuk menunjukkan bahwa negeri ini dapat berbahasa asing, tak jarang semua orang dapat mempelajari bahasa asing terutama anak – anak.

Metode dalam bahasa adalah segi dari kehidupan kita sehari – hari tentunya, tanpa adanya bahasa sudah pasti manusia tidak bisa akan berkomunikasi dengan baik hingga dimengerti dengan jelas, seperti halnya kita sebagai manusia tentunya pasti ingin mendapatkan suatu berita atau informasi dari sumber yang valid, akurat, dan terpercaya. Dengan adanya bahasa semua informasi dan komunikasi akan dapat dipahami dengan baik dan benar, serta sumber informasi dapat diterima oleh khakayak publik sesuai dengan keakuratannya.

Selain itu, dalam acara language fair ini sendiri bertema “Civillization Towards a sustainable word ” yang pastinya menjadi sebuah pembelajaran sangat berarti, bermakna, hingga mendapatkan pengalaman yang begitu luar biasa untuk menjadi tolak ukur dalam melangkah untuk menjadi jauh lebih baik lagi kedepannya. Hal ini, tak banyak jajaran – jajaran para guru yang ingin bekerjasama dengan kegiatan yang berbasis memperluas ilmu pengetahuan untuk peserta didiknya, padahal para siswa dan siswi harus dituntuk agar lebih berkembang dalam proses sistem pembelajarannya guna untuk mendapatkan pendidikan yang akan lebih baik dan layak untuk selanjutnya.

 

( Luthfasari Ardani )

 

Editor : Heru Pratomo
#bahasa asing #sekolah dasar #Language #indonesia