MAGELANG - Pemerintah tengah menggodok penyelenggaraan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah. Sekolah itu merupakan gagasan dari Presiden Prabowo Subianto. Sehingga membutuhkan guru yang bakal mengajar para siswanya.
"Kami tentu saja menjadi bagian dari mitra yang dalam beberapa hal (ikut menanganinya). Misalnya kurikulum sekolah yang diterapkan," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti di Kota Magelang, Jumat (14/3).
Selain kurikulum, Kemendikdasmen juga bakal membantu dalam hal rekrutmen guru atau tenaga pendidik. Hanya saja, skema perekrutan guru tersebut masih dalam tahap pematangan. Entah dengan cara pendistribusian guru yang sudah ada atau rekrutmen baru.
Sebab rekrutmen guru Sekolah Rakyat akan diselenggarakan setelah resmi dibuka. Namun, dia memprediksi, ada 60 ribu guru yang bakal ditempatkan di Sekolah Rakyat. "Ketika memerlukan guru, mungkin juga akan ada penugasan guru kita di Sekolah Rakyat itu," ujarnya.
Baca Juga: Jangan Keliru, Ini Penjelasan Al-Quran Turun saat Nuzul Quran atau Lailatul Qadar
Untuk teknis dan realisasinya, Mu'ti meminta agar masyarakat menunggu perkembangan dan penyelesaian dari Kemensos. "Tapi, teknisnya bagaimana, realisasinya bagaimana, ditunggu saja setelah Sekolah Rakyat sudah benar-benar dibuka," imbuh dia.
Untuk diketahui, pemerintah memasang target akan mengoperasikan sebanyak 100 sekolah rakyat di seluruh Indonesia pada tahun ini. Sekolah rakyat merupakan salah satu program gagasan Presiden RI Prabowo Subianto dengan penanggung jawab adalah Kemensos.
Sekolah Rakyat itu diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin, terutama miskin ekstrem. Program ini rencananya bakal berjenjang dari tingkat SD hingga SMA. (aya/pra)