Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) serentak berhasil digelar atas kerjasama Pemkab, KPU, dan Bawaslu Kulon Progo, Selasa (14/10). Puluhan ribu siswa memberikan hak suara untuk memilih ketua OSIS yang juga sebagai sarana pendidikan demokrasi bagi generasi muda.
Antusias siswa dalam mengikuti pemilos nampak jelas di SMPN 1 Pengasih. Salah satu siswa Annisa Ganes mengaku antusias memberikan hak pilihnya. "Pengalaman baru bagi kami, sebagai pemilih sekaligus penyelenggara," ujarnya.
Annisa mengungkapkan, dirinya belum pernah mengikuti pemilu. Pemilos secara tidak langsung memberikan gambaran proses pemilu yang nantinya akan dilakukan saat dirinya telah mencapai umur 17 tahun.
“Sebagai penyelenggara memberikan gambaran terkait proses demokrasi,” kata Annisa yang juga ketua penyelenggara itu.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menjelaskan , pemilos tahun ini sebagai sarana pendidikan demokrasi. Lantaran, siswa yang telah dan belum berumur 17 tahun diajak memahami mekanisme pemberian hak suara. Pada konsep demokrasi, partisipasi pemilih dalam pemberian suara pada pemilihan menjadi indikator terpenting.
Terlebih pemilos serentak tahun ini, mengadaptasikan tahapan pemilu. Lantaran, tahapan mulai dari pemberian hak suara hingga menandai jari dengan tinta dilakukan mirip seperti pemilu. Bahkan saat pemilihan, siswa akan memasuki bilik suara yang telah disediakan oleh panitia.
Penyelenggaraan pemilos juga mengoptimalkan siswa sebagai panitia. “Memberikan pengalaman bagi siswa untuk berdemokrasi,” ucap Ambar, saat ditemui pada kunjungannya di SMPN 1 Pengasih, Selasa (14/10).
Pelaksanaan pemilos menggunakan aplikasi e-pemilos besutan Dinas Komunikasi dan Informatika Kulon Progo bekerjasama dengan instansi penyelenggara dan pengawas pemilu. Penggunaan aplikasi ini, diklaim lebih cepat tanpa meninggalkan unsur kerahasiaan serta transparansi.
"Tadi saya cek sudah menggunakan aplikasi, siswa tinggal menggunakan hak pilihnya dengan klik," ujarnya.
Dalam pemungutan suara pemilih terlebih dahulu mendapatkan token berisikan kode rahasia. Setelah mengisikan token, pemilih lantas memberikan hak suaranya dengan memilih beberapa kandidat yang disediakan fotonya. Dalam memberikan pilihan, rata-rata pemilih membutuhkan waktu tiga menit.
Sementara itu, Ketua KPU Kulon Progo Budi Priyana menegaskan, pemilos menjadi momentum generasi muda mendapatkan pengalaman baru dalam berdemokrasi. Pengalaman baru ini, didapat secara langsung dengan praktik demokrasi. "Pemilihan menggunakan aplikasi e-pemilos, proses pemungutan lebih efisien, ramah lingkungan, dan mudah diakses," ujarnya.
Pada penyelenggaraan pemilos tahun ini, terdapat 81 sekolah atau madrasah yang melakukan pemilihan ketua osis. Terdapat 252 kandidat ketua osis yang dipilih melalui pemilos. Secara keseluruhan, jumlah partisipasi siswa yang memberikan suara mencapai 25.998 pemilih. (*/gas/pra)
Editor : Heru Pratomo